Teras Ruko Ambruk Timpa Dua Mobil

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Teras lantai tiga sebuah bangunan ruko yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Ruko Bandar, Klandasan Ulu ambruk menimpa dua mobil yang sedang terparkir di depannya.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 wita, tiba-tiba saja teras lantai tiga bangunan ruko ini ambruk menimpa dua mobil yang terparkir di bawahnya,” ujar Bhabinkamtibmas Klandasan Ulu, Aiptu Parman, di lokasi kejadian, Kamis (3/1/2024).

Parman menambahkan, saat kejadian cuaca sedang cerah, tidak ada hujan deras dan angin kencang saat itu.

“Jadi tidak ada angin, tidak hujan, tiba-tiba roboh dari atas,” ujar Parman.

Dikatakannya, dua mobil yang tertimpa bangunan tersebut dalam milik pengunjung rumah makan yang ada di lokasi tersebut. Dan saat itu, para pemiliknya sedangkan makan siang.

“Dua mobil yang tertimpa atap bangunan kafe tersebut adalah Honda HR-V dan Mitsubishi Pajero,” ucapnya.

Dalam kejadian tersebut, lanjut Parman, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian tidak ada orang yang berada di dalam mobil yang terparkir tersebut. Namun pemilik mobil mengalami kerugian material.

“Untuk mobil Honda HR-V, bagian depannya mengalami rusak parah, kacanya pecah dan bagian depannya penyok, sedangkan mobil Mitsubishi Pajero bagian atapnya rusak,” jelasnya.

Pemilik mobil yang tertimpa atap bangunan kafe tersebut, katanya, meminta kompensasi dari pemilik atau pengelola bangunan. Sedangkan pemilik bangunan kafe masih berada di Jakarta dan belum bisa dikonfirmasi.

“Pemilik bangunan sementara masih di Jakarta, mungkin sekitar tanggal 12 Januari ini baru datang ke Balikpapan. Karena yang punya mobil juga minta kompensasi dari pemilik atau pengelola,” ungkapnya.

Parman menambahkan,pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya atap bangunan kafe tersebut. Kuat dugaan, atap tambahan yang ambruk ini dibuat oleh pengelola tanpa sepengetahuan pemilik bangunan menjadi faktor utamanya.

Baca juga ini :  Delapan Kelurahan Jadi Lokasi Percepatan Penurunan Angka Stunting Di Balikpapan

“Informasi yang saya dapat, katanya ini tidak boleh ditambah (atap). Tapi dari pihak pengelola ditambah tanpa sepengetahuan pemilik,” jelasnya.

Parman menjelaskan, bangunan yang bagian terasnya ambruk ini, sudah lama tidak digunakan lagi karena bangunan yang digunakan sebagai café ini sudah lama tutup atau tidak beroperasi.

“Sudah hampir 2 tahun cafenya sudah tidak beroperasi, kalau tidak salah sewa bangunannya sudah habis,” ungkapnya.

Parman berharap, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan antara pemilik mobil dan pemilik atau pengelola bangunan kafe.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap bangunan-bangunan yang sudah tua atau tidak terawat,” tutupnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.