Hadi Mulyadi

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Cerita 25 Tahun Jadi Guru dan Dosen

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menceritakan pengalamannya saat menjadi guru dan dosen selama 25 tahun, sebelum sukses di politik.

Dia mengatakan, selama menjadi guru banyak pengalaman yang telah dia lewati. Dimana saat-saat susah ketika menjadi tenaga pengajar dengan penghasilan yang sangat rendah ketika itu.

“Jadi guru itu ada satu masa dalam satu tahun ketika kita mau mengajar hati dan pikiran kita galau,” ujarnya disela-sela peletakkan batu pertama SMA Negri 5 Balikpapan, Jumat (11/02/2022)

Berbagai persoalan yang harus dihadapi guru, ditengah penghasilan yang tidak mencukupi. Sementara di sekolah harus menghadapi kenakalan anak sekolah. Sehingga kadang berpengaruh pada emosi.

“Di rumah lagi galau, istri hamil, anak pertama sakit kepala, anaka kedua sakit gigi, mau keluar voucher listrik habis, ditagih utang sama tetangga, di jalan ban bocor. Masuk kelas siswa mucil, kadang-kadang marah, emosi,” ujarnya

Namun dia bersykur puluhan tahun menjadi tenaga pengajar, hal-hal tersebut bisa diatasinya. “Saya masuk mengajar  dengan tetap mengajar penuh dengan senyumdan cinta,” ujarnya

Kata dia ada hal positif dalam pengabdiannya sebagai guru dan dosen. Karena banyak siswanya yang berhasil meraih pendidik yang tinggi, bukan hanya di dalam negeri tapi hingga ke luar negeri

“Tiba-tiba saya dapat SMS Pak Hadi sekarang saya S2 di Perth Australia, Alhamdulilah dari murid lagi. SMS lagi saya sudah jadi dosen di Penang University Malaysia,” ujarnya

“Saya dapat email Pak Hadi sekarang saya S2 di New Delhi India. Saya dapat suarat tulisan tangan dari murid saya yang sedang S3 di jepang. Saya dapat kiriman kue dari murid saya yang sedang S3 di Korea Selatan,”

Baca juga ini :  Update 31 Maret 2021 : Bertambah 200 Kasus Positif Covid-19 di Kaltim, 3 Kasus Kematian

“Ada murid saya di Jerman, ada ketemu murid saya di Paris, ada murid saya di Rusia . Ada murid SD saya dokter di Sulawesi Barat, dokter di Bengkulu,”

Kata dia, kesulitan yang dihadapi guru dulu, karena gaji yang kecil sehingga guru identik dengan sebutan P7 pergi P pagi Pulang Petang penghasilan pas-pasan. Rumahnya SS sangat sederhana.,

“Tapi Itu guru dulu,” ujar mantan anggota DPR RI dapil Kaltim itu.

Dia pun membagikan empat kunci kesuksesan yakni bekerja dengan tulus, bekerja dengan cinta, bekerja keras dan berdoa. “Itu empat kunci skalau kita ingin sukses,” ujarnya

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.