Waspada Penipuan IKD: Disdukcapil Kaltim Ungkap ASN Kehilangan Rp150 Juta
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Timur memberikan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Hal ini ditegaskan di tengah upaya percepatan aktivasi IKD yang berkolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim.
Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kaltim, Vincentius Samadi Ponco Putro, mengungkapkan bahwa modus penipuan melalui pesan WhatsApp (WA) telah memakan korban dari kalangan aparat negara.
Modus Penipuan: Tabungan ASN dan Polisi Lenyap Ratusan Juta
Vincentius menegaskan bahwa Disdukcapil Kaltim tidak pernah melakukan aktivasi IKD melalui telepon atau pesan singkat. Masyarakat diminta hanya melakukan aktivasi melalui petugas resmi di kantor dinas atau titik layanan yang sah.
”Baru-baru ini di Kaltim, seorang ASN kehilangan tabungan Rp150 juta gara-gara melakukan aktivasi IKD dari pihak tidak bertanggung jawab. Begitu juga ada oknum polisi yang kehilangan Rp500 juta,” ungkap Vincentius saat sosialisasi di Aula II BPSDM Kaltim, Rabu (14/1/2026).
Realisasi IKD Kaltim Baru 7,24%, Target 30%
Saat ini, tingkat aktivasi IKD di Kalimantan Timur masih jauh dari harapan. Dari target nasional sebesar 30%, Kaltim baru mencapai angka 7,24%. Rendahnya animo ini salah satunya dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap isu keamanan siber dan penipuan yang marak terjadi.
Padahal, manfaat IKD sangat krusial untuk masa depan pelayanan publik:
- Balikpapan: Menjadi syarat wajib pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).
- Samarinda: Akan menjadi syarat pembayaran retribusi air minum (PDAM) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB).
BPSDM Kaltim Fasilitasi Aktivasi Massal
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh elemen di instansinya memiliki akses teknologi ini. Tidak hanya pejabat, layanan ini juga menyasar tenaga keamanan hingga petugas kebersihan.
“Kami melakukan special request agar semua ASN, petugas keamanan, hingga cleaning service bisa memiliki IKD hari ini,” tutur Nina Dewi.
Dukungan serupa datang dari Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Meski sempat terkendala jaringan, ia mengapresiasi inisiatif jemput bola ini. “Kami sangat terbantu. Pimpinan BPSDM cepat menangkap peluang kolaborasi ini sehingga ASN tidak perlu antre jauh ke kantor sipil,” ujarnya.
Tips Aman Aktivasi IKD:
Abaikan Pesan Asing: Jangan pernah mengklik tautan (link) atau memberikan data pribadi melalui pesan WhatsApp yang mengaku sebagai petugas Dukcapil./ Pemprov
Hanya Lewat Aplikasi Resmi: Unduh aplikasi IKD melalui Play Store/App Store resmi.
Verifikasi di Kantor Dukcapil: Aktivasi memerlukan verifikasi wajah dan kode QR yang hanya diberikan oleh petugas resmi secara langsung. / Pemprov
BACA JUGA
