YKI Balikpapan Kunjungi Rumah Singgah Nenek Uti  Di Surakarta

SURAKARTA,Inibalikpapan.com – Ingin memiliki Rumah Singgah Kanker, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Balikpapan kunjungan kerja ke Rumah Singgah “Nenek Uti” di Surakarta pada Jumat (15/12/2023).

Rumah singgah Nenek Uti ini berlokasi di pemukiman wilayah kelurahan Jebres, kota Solo. Yang berjarak kurang dari 400 meter dari RSUD Dr. Moewardi kota Solo yang menjadi tempat rujukan nasional bagi anak-anak penderita penyakit kronis.

Rumah Singgah Nenek Uti adalah rumah tempat tinggal kedua dan tempat beristirahat bagi anak-anak dengan penyakit kanker/penyakit kronis dari luar kota dan dari keluarga kurang mampu yang sedang menjalani rangkaian tindakan medis di RSUD Dr. Moewardi.  

Ketua YKI Cabang Balikpapan, Sri Soetantinah mengungkapkan bahwa tujuan kedatangan tim untuk belajar atau studi apa saja yang ada di rumah singgah dan layanannya. 

“Balikpapan khususnya YKI di Balikpapan belum memiliki rumah singgah dan ini cita-cita kami punya rumah rumah singgah,” katanya dalam kunjungan bersama tim YKI Balikpapan. 

Dengan berkunjung ke rumah singgah Solo ini akan mendorong bagi YKI untuk segera memiliki rumah singgah. 

“Harapannya ke depan YKI juga punya untuk membantu pasien kanker dalam masa kemoterapi atau pengobatan khususnya 

pasien tidak mampu yang rumahnya jauh bisa singgah dulu,” tutur Sri Soetantinah didamping Wakil Ketua YKI Balikpapan Balerina JPP. 

Dalam kunjungan YKI Balikpapan juga memberikan souvenir dan bantuan kepada pengelola rumah singgah Nenek Uti. 

Sri Soetantinah menambahkan kunjungan kerja ke Solo ini bukan hanya ke rumah singgah tetapi juga berkunjung ke YKI Cabang Surakarta untuk mengetahui sejumlah program kerja yang dimiliki daerah tersebut. 

Sementara itu, Koordinator Rumah Singgah, Raka Bagaskara menyambut baik kedatangan YKI Cabang Balikpapan. Apalagi tujuannya ingin mengetahui pelayanan dan fasilitas yang dimiliki di rumah singgah ini.

Baca juga ini :  Ridho Slank Bangga Jadi Duta Piala Gubernur Kaltim

“Pengelolaan rumah singgah Nenek Uti ini dari para donatur. Dan melayani atau mendampingi anak-anak penderita kanker dalam masa pengobatan atau kemoterapi khususnya bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya. 

Ia menyebut rumah singgah Nenek Uti beroprasi sejak tahun 2019 dan yang datang dari usia 2 sampai 18 tahun. 

“Mereka singgah dari luar daerah. ada dari Ngawi, Madiun, Ponorogo dan lainnya,” tutupnya. 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.