BMKG: Sebagian Besar Kaltim Berpotensi Minim Hujan hingga 20 Juli 2026, Samboja Sudah 16 Hari Tanpa Hujan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masih didominasi curah hujan kategori rendah selama periode 11–20 Juli 2026.
Bahkan, Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat sebagai wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH) terlama, yakni mencapai 16 hari berturut-turut.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan mayoritas wilayah Kaltim diperkirakan hanya menerima curah hujan antara 0–50 milimeter (mm), meski peluang terjadinya hujan masih berkisar 80 hingga lebih dari 90 persen.
“Secara deterministik, sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah, yaitu 0–50 milimeter,” ujar Riza dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026), dikutip dari laman Pemprov
Kaltim Selatan Diprediksi Lebih Kering
BMKG menyebut wilayah Kalimantan Timur bagian selatan berpotensi mengalami kondisi yang lebih kering dibanding daerah lainnya.
Selama periode prakiraan, curah hujan di kawasan tersebut diperkirakan kurang dari 20 milimeter, sehingga masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi kekeringan, terutama di daerah yang bergantung pada curah hujan.
Selain itu, berdasarkan analisis sifat hujan, sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan mengalami sifat hujan bawah normal, yakni hanya mencapai 0–84 persen dibandingkan rata-rata klimatologis.
Samboja Catat Hari Tanpa Hujan Terpanjang
Berdasarkan pembaruan data BMKG, mayoritas wilayah Kaltim saat ini mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat pendek (1–5 hari) hingga menengah (11–20 hari).
Durasi HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang telah mengalami 16 hari tanpa hujan secara berturut-turut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, terutama bagi pelaku sektor pertanian, perkebunan, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat kondisi cuaca masih dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
