Pemkot Balikpapan Genjot PAD Lewat Event Nasional, Digitalisasi Pajak hingga Optimalisasi Aset Daerah
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan strategi yang lebih inovatif. Tidak lagi hanya mengandalkan sumber pendapatan konvensional, pemerintah kini memaksimalkan penyelenggaraan event, transformasi digital layanan publik, hingga pemanfaatan aset daerah sebagai sumber pendapatan baru.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) didorong menghadirkan program yang mampu menggerakkan roda perekonomian sekaligus meningkatkan penerimaan daerah.
Event Nasional Jadi Penggerak Ekonomi Balikpapan
Menurut Agus, sektor perhotelan, restoran, dan jasa masih menjadi penyumbang penting PAD Kota Balikpapan. Karena itu, setiap OPD diminta aktif menggelar rapat, seminar, hingga kegiatan berskala regional maupun nasional.
Semakin banyak kegiatan yang digelar di Balikpapan, semakin besar pula perputaran uang yang terjadi di berbagai sektor usaha.
“Semakin banyak kegiatan yang diselenggarakan di Balikpapan, maka semakin besar pula perputaran ekonomi. Peserta yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, hingga menggunakan berbagai layanan yang pada akhirnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujar Agus.
Pajak dan Retribusi Beralih ke Sistem Digital
Pemkot Balikpapan juga mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik, khususnya pembayaran pajak dan retribusi daerah.
Bersama sektor perbankan, pemerintah telah menghadirkan sistem pembayaran secara daring yang dinilai lebih mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.
Modernisasi juga dilakukan pada sektor parkir. Di kawasan Balikpapan Permai, pembayaran parkir kini mulai menggunakan sistem nontunai melalui QRIS dan kartu uang elektronik.
Ke depan, sistem tersebut akan diperluas ke berbagai titik parkir lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran retribusi.
Aset Daerah Disiapkan Jadi Sumber PAD Baru
Selain digitalisasi, Pemkot Balikpapan tengah melakukan pendataan dan penataan seluruh aset daerah, khususnya aset properti investasi.
Langkah tersebut dilakukan agar aset yang selama ini belum produktif dapat dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama dengan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan, mulai dari aspek keamanan aset hingga status administrasi dan tumpang tindih kepemilikan lahan.
“Target kami, seluruh aset yang status hukumnya sudah jelas dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah sekaligus masyarakat,” kata Agus.
Layanan Publik Makin Digital
Dalam rangka memperkuat reformasi birokrasi, Pemkot Balikpapan juga terus memperluas layanan publik berbasis digital.
Selain mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP), pemerintah kini memperluas layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dengan layanan tersebut, masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemkot Balikpapan berharap mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, sekaligus mendorong kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang berkelanjutan.
Penulis : Samsul
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
