Ketua KPPU RI Syarkawi Rauf (batik biru) didampingi Kepala KPPU Balikpapan Akhmad Muhari (batik coklat) bersama dua Komisioner KPPU RI, Saidah Sakwan (kanan) dan Sukarmi (jilbab merah) juga Sekjen KPPU Muhammad Reza (batik hijau) saat meninjau harga ayam potong dan daging sapi di Pasar Klandasan Balikpapan (14/1/2016) (foto : andi)

Gara-Gara Daging Ayam, Balikpapan Deflasi

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com  – Turunnya harga daging ayam berkontribusi pada turunnya indeks harga konsumen (IHK) pada bahan makanan di Balikpapan, sehingga pada bulan ini kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar -0,21.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Nur Wahid, deflasi di Balikpapan disebabkan menurunnya indeks harga konsumen pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar -0,91 dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,35.

“Penurunan harga daging ayam pada bulan sebelumnya cukup tinggi. Jadi cukup berpengaruh pada deflasi,” ungkapnya, Senin (1/2).

Nur menjelaskan komoditas dalam kelompok bahan makanan yang menyumbang andil dalam deflasi antara lain daging ayam ras, tomat sayur, kacang panjang, dan ikan tongkol. Sementara dalam kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, deflasi disumbang oleh penurunan IHK pada komoditas bensin dan sepeda motor.

Sementara itu, dengan terjadinya deflasi sebesar -0,21 maka Balikpapan menduduki peringkat deflasi tertinggi di Kalimantan, kemudian disusul Kota Tanjung dengan deflasi sebesar -0,19.

Comments

comments

Baca juga ini :  BPS Balikpapan Gelar Sensus Penduduk Secara Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.