Jual Barang Cuci Gudang, Pedagang Ini Raih Omzet Hingga Rp 5 Juta Sehari

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Banyak cara bisa dilakukan untuk mendapatkan perhasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti yang dilakukan Rizal yang menggelar dagangannya barang cuci gudang disekitar pertigaan Km 4,5 Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara.

Ditemui media di lokasinya berjualan, Rizal mengaku baru dua bulan ini berjualan barang cuci gudang di Kota Balikpapan, selama ini awal mula jualan dilakukan di Kota Samarinda,karena disana ada gudang penyimpannnya.

“Di Balikpapan baru dua bulan,kami sewa tempat disini,” ujar Rizal saat diwawancarai Inibaikpapan.com, Selasa (25/1/2022).

Selama dua bulan berjualan di Balikpapan omset yang didapat cukup menggiurkan dalam sehari Rizal minimal bisa mengantongi pemasukan hingga Rp 5 juta dari jualan celana dan baju cuci gudang.

Bahkan omzet pada Desember 2021 mencapai Rp200 juta. ” Desember kemarin ramai saya setor sampai Rp200 juta. Saya baru usaha disini jalan dua bulan, ” ungkapnya.

Jika kehabisan stok dirinya langsung berkordinasi dengan temannya di Samarinda untuk mengirimkan lagi pasokan dari gudang, terutama untuk jenis celana levis yang banyak diminati warga.

“Kalau yang banyak dicari celana, karena harganya murah dan berkualitas bukan barang bekas pakai,” terang Rizal.

Menurut Rizal ada perbedaan antara baju cakar dengan barang cuci gudang, kalau cakar biasanya barang yang sudah pernah dipakai, tapi kalau barang cuci gudang yakni barang lama yang tak laku dan masih tersimpan di gudang.

“Untuk harga bervariasi tergantung kualitas, celana levis mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu perlembar, sedangkan baju mulai Rp 25 ribuan,” imbuhnya.

Adapun stok barang celana dan baju, kata Rizal didatangan dari gudang-gudang mal yang ada di Jakarta, baru dikirim ke gudang yang ada di Samarinda dan disalurkan kembali ke Balikpapan.

Baca juga ini :  Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat dan Pesta Rakyat

“Selama ini minat pembeli cukup banyak, karena mereka tahu kualitasnya tidak kalah dengan yang ada di mal, karena barang kami ini bukan bekas, hanya sisa di gudang yang tidak terjual,” tutup pria ramah ini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.