Kaltim Kejar Target Konservasi Laut 17 Persen, DKP Perkuat Pengawasan Lewat Instrumen Evika 2.0
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bergerak cepat memperkuat tata kelola ruang laut. Langkah strategis ini dilakukan melalui finalisasi instrumen Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi 2.0 (Evika 2.0) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Instrumen ini dirancang untuk memastikan bahwa pengelolaan kawasan konservasi di Benua Etam tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekosistem laut.
Penilaian Berbasis Kondisi Riil Ekosistem
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Kaltim, M. Ali Aripe, menegaskan bahwa Evika 2.0 merupakan kunci untuk menghadirkan evaluasi yang objektif. Dengan instrumen ini, kinerja pengelolaan kawasan konservasi diukur berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya.
“Instrumen ini memastikan penilaian tidak sekadar formalitas, tetapi mencerminkan kinerja pengelolaan kawasan konservasi secara riil,” ujar Aripe di Samarinda, Senin (20/4/2026).
Fokus Utama: Kepastian Hukum dan Edukasi
Dalam tahap penguatan, DKP Kaltim melakukan uji petik menyeluruh yang mencakup tiga aspek utama:
- Aspek Input: Melengkapi dokumen rencana pengelolaan serta memastikan ketersediaan sumber daya manusia dan anggaran pendukung.
- Kepastian Wilayah: Mempercepat pendaftaran peta laut dan pemasangan titik batas wilayah guna menjamin kepastian hukum kawasan.
- Edukasi Pesisir: Menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami batasan zona lindung dan fungsi konservasi bagi masa depan mereka.
Aripe juga menekankan pentingnya pengawasan rutin sebagai garda terdepan dalam menekan praktik illegal fishing yang masih mengancam keberlangsungan biota laut.
Capaian Optimum dan Target Masa Depan
Hasil uji petik terbaru menunjukkan kabar baik bagi dunia maritim Kaltim. Pengelolaan kawasan konservasi saat ini telah berada pada kategori optimum dengan nilai berkisar antara 60–90.
Berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), Kaltim mematok target ambisius:
- Target Luas: Mencapai 17 persen dari total luas laut 2,89 juta hektare.
- Kondisi Saat Ini: Sekitar 293 ribu hektare telah ditetapkan resmi, yang tersebar di Kabupaten Berau, Kota Bontang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Mendorong Ekonomi Biru
Optimalisasi ini diharapkan tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui jasa lingkungan dan pariwisata berbasis konservasi. Hal ini sejalan dengan strategi ekonomi biru yang menitikberatkan pada keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. / Pemprov
BACA JUGA
