Melalui Digitalisasi, BAKTI Komdigi Bangun Beranda Ekonomi Daerah Terluar dan Perbatasan Kaltim

Pulau Derawan destinasi wisata di Kabupaten Berau, Kaltim (foto : IST)

MARATUA, Inibalikpapan.com – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi ingin menjadikan pulau terluar tidak hanya dari sisi titik kedaulatan tapi juga menjadikan perbatasan/terluar menuju beranda ekonomi.

Kehadiran akses komunikasi di daerah tertinggal, terdepan dan terluar diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih berdaya dan tumbuh.

Dirut Bakti Komdigi Fadillah Mathar menyatakan wilayah 3T selama ini kerap dianggap sebagai halaman belakang yang terisolasi dan terbatas. Pihaknya bersama stakeholder mendorong penuh untuk menjadikan perbatasan sebagai beranda ekonomi depan bangsa melalui pemerataan akses digital.

Dengan akses dan digitalisasi menjadi kunci utama jika Indonesia ingin keluar situasi bisnis konvensional. Dengan digitalisasi business konvensional akan bertransformasi menjadi lebih berkembang cepat.

Karena itu perubahan paradigma diperlukan bahwa menjaga perbatasan tidak lagi sekedar menjaga secara fisik tapi juga memberikan akses yang lebih luas. Sehingga pendekatan ekonomi menjadi pintu masuk terjaga keutuhan NKRI dan kemandirian ekonomi.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar mengatakan wilayah terluar perbatasan bukan lagi sekadar garis kedaulatan, melainkan beranda depan bangsa yang menumbuhkan ekonomi lokal ke kawasan nasional bahkan kawasan internasional.

Penguatan ekonomi di daerah terluar dapat dilihat dari potensi yang dimiliki. Seperti Maratua, lebih condong pada pengembangan wisata disamping juga pemberdayaan UMKM nya.

” Seperti Maratua, itu pariwisata bahari. Itu kan dari dulu cuma kan gak dilakukan monetisasi karena mungkin digital talent belum ada, ” katanya usai media breafing BAKTI infrastruktour 2026 ke Maratua, Rabu (9/6/2026).

Lanjutnya BAKTI Kementerian Komdigi memiliki komitmen pemerataan dari kesenjangan digitalisasi di wilayah Indonesia. Dia meyakini daerah yang mengadopsi digitalisasi wilayah akan terbantu ekonomi daerah. Bahkan jauh lebih pesat dibandingkan sebelumnya.

” Ekonominya tumbuh. Hipotesanya orang yang mengadopsi digitalisasi itu tumbuh bisa sampai 200 kali dibandingkan yang tidak mengadopsi. Bidang pariwisata, ekonomi kreatif, konten, influencer mereka dapat view dan monetisasi dari situ,” katanya.

Pada sektor pariwisata di Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, yang merupakan pulau terluar NKRI yang berbatasan dengan Malaysia dan Filipina, BAKTI Kementerian Komdigi
menyebut pariwisata Bahari Derawan, Maratua dan sekitar mengalami jumlah kunjungan yang signifikan.

” Contohnya sekarang dengan akses internet, dari tahun 2023 ketika akses internet saat itu belum terlalu banyak, kunjungan wisatawan ke Berau ini sebanyak 15.883 orang. Sekarang sepanjang 2025-2026 itu sudah 200-an ribu orang. Bahkan sudah ada 6 resort dari asing dan 6 lokal yang ada di Maratua,” bebernya.

Hanya saja, banyak daerah kadang yang belum melakukan pencatatan data terhadap dampak penggunaan digitalisasi yang mendukung perkembangan ekonomi masyarakatnya. Sehingga sulit dilakukan pengukuran terhadap potensi perkembangan ekonomi daerah.

Disisi lain, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komdigi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan peningkatan konektivitas ini di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kaltim baru saja meraih penghargaan nasional sebagai provinsi pendukung akselerasi konektivitas digital terbaik.

Berdasarkan analisis data makro BAKTI, dari total 841 desa di Kaltim, saat ini tersisa 16 desa yang masih mengalami blank spot total atau 100 persen tanpa sinyal.

Wilayah-wilayah tersebut tersebar di area geografis yang masuk 3 T seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Berau, Kutai Barat (Kubar), dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Hingga saat ini, BAKTI tercatat telah mengaktifkan 604 lokasi jaringan internet gratis berbasis Satelit Republik Indonesia yang disebut Satelit Satria-1. Selain itu BAKTI membangun 48 titik BTS 4G di berbagai fasilitas publik Kaltim, mulai dari sekolah, puskesmas, kantor desa, pos pertahanan, hingga sektor UMKM. ***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses