Penumpangdi Pelabuhan Karingau Balikpapan

Meski Telah Diperketat, Calo Tiket di Pelabuhan Karingau Masih Marak

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Guna mengantisipasi calo tiket khususnya untuk penumpang kapal fery tujuan Mamuju dan Pare-pare pada arus mudik lebaran kali ini, Satuan Pelayanan Kerja Pelabuhan Penyeberangan Kariangau menerapkan nomor antrian dan identitas penumpang

Hal itu dikatakan Kepala Satuan Pelayanan Kerja Pelabuhan Penyebrangan Kariangau Manalu. Menurutnya, sejak beberapa pekan terakhir sistem nomor antrian dan menunjukkan identitas diri atau KTP telah diberlakukan. Mengingat pengguna jasa kapal lau meningkat akibat tiket pesawat mahal..

“cara-cara ini kita lakukan saat arus mudik mulai terlihat dua minggu lalu. Kita buat system nomor antrian dan data e-KTP penumpang, karena kita tahu pasti jalur laut rame, itu yang kita antisipasi,” ujarnya.

“Tentu jelas kalo rame seperti ini calo tiket ada dimana-mana itu yang kita coba antisipasi, makanya kita buat pembeli tiket harus sesuai data e-KTP nya, juga ketika akan masuk kapal, kalau tidak, pasti kita turunkan,”

Menurutnya, dengan meningkatnya jumlah penumpang dan terbatasnya kapasitas kapal yakni hanya sekitar 600 penumpang sehingga tidak semua bisa terakomodir. Warga pun harus menunggu 3 hingga 5 hari baru bisa mendapatkan tiket, khususnya untuk tujuan Mamuju maupujn Pare-pare.

“Wajar ya ada yang menunggu hingga beberapa hari, kan tiket kita baru buka saat kapal itu mau tiba. Tiap-tiap kapal itu memiliki kapasitas yang beda-beda, yang paling sedikit ada 350 hingga 600 penumpang,” ujarnya.


Meski telah diperketat, namun parktik calo masih saja terjadi, seperti dikatakan salah seorang calon penumpang Muslimin. Dia mengaku, ditawari calo tiket hingga 300 persen dari harga tiket yakni Rp 450 ribu. Karena harga tiket kapal feri tujuan Mamuju dan Pare-pare hanya sekitar Rp 160 ribu.

Baca juga ini :  Bendali Telagasari Dikembalikan Fungsinya, Pengerjaannya 3,5 Bulan
“Ya saya tidak ambil karena nterlalu mahal sampai tiga kali lipat, apalagi saya berangkat bresama istri dan ntiga anak, jadi saya memilih ikut mengantri saja. Saya sempat mas ditawari itu harga Rp 450 ribu padahal harga tiketnya Rp 160 ribu,” ujarnya

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.