Tenaga Kesehatan merawat pasien covid-19/ilustrasi

Pasien Isoman yang Dibawa ke RS Rata-rata Sudah Parah

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Angka kematian karena terpapar covid-19 sangat tinggi. Bahkan banyak warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) banyak yang meninggal dunia.

Pemerintah menyebutkan, banyak warga yang menjalani (insoman) ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi yang parah. Sehingga terlambat mendapatkan penanganan.

“Saya kira penanganan pasien yang isolasi mandiri itu perlu diperhatikan, karena pada umumnya yang dibawa ke rumah sakit itu sudah pada level yang parah,” ujar  enteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.

Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa berdasarkan laporan yang diperolehnya dari sejumlah dokter dan perawat, rata-rata pasien dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah.

“Pasien yang tidak tertolong itu umumnya masuk RS sudah terlambat, saturasi oksigennya hanya 70 atau 80,” bebernya.

Sementara lanjutnya, masa inkubasi dan masa sakit penderita Covid-19 Varian Delta ini relatif cepat. Menkes Budi mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk melengkapi fasilitas oximeter.

“Jadi kalau saturasinya masih di atas 94 itu masih aman untuk melakukan isoman di rumah dengan catatan tidak bergejala,” ujarnya

“Tetapi kalau bergejala dan saturasinya di bawah 94 harus segera dirawat di lokasi isoter atau RS yang memiliki fasilitas alkes dan nakes,”

Menko Luhut kembali memerintahkan Panglima TNI untuk mengoordinasikan kegiatan testing dan tracing yang akan dimulai pada pekan depan (26-7-2021) di  tujuh wilayah aglomerasi se-Jawa dan Bali.

Targetnya, minimal pengetesan dan pelacakan dilakukan pada delapan kontak erat per pasien yang dicapai dalam 2 minggu ke depan. “Kalau bisa, TNI segerakan proses testing, agar kita bisa membawa penderita ketika saturasi masih diatas 80 sehingga mereka masih bisa tertolong,” pintanya.

Comments

comments

Baca juga ini :  Study Terbaru, Pasien Covid-19 Mengalami Kejang Beresiko Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.