ilustrasi covid-19
ilustrasi covid-19

Pemerintah Waspadai Lonjakkan Kasus Awal 2023 Akibat Varian Baru COVID-19

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah mewaspadai lonjakkan kasus COVID-19 pada awal tahun 2023 atau pasca libur Natal dan Tahun Baru dengan adanya varian baru.

“Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam siaran persnya.

Dia mengatakan, Singapura mengalami lonjak kasus, sehingga Indonesia mesti waspada. Kenaikan kasus COVID-19 di Singapura yang tadinya hanya ratusan kasus sekarang naik menjadi 6.000 kasus per hari,

Menurutnya, jumlah itu lebih tinggi ketimbang Indonesia yang cuma 2.000 kasus per hari. Pada Juli hingga Agustus 2022 hampir seluruh dunia mengalami kenaikan yang tinggi karena varian Omicron B4 dan B5.

Selama enam bulan dari awal tahun,  Indonesia tidak mengalami lonjakan masus, padahal biasanya enam bulan awal merupakan siklus kenaikan gelombang karena ada varian baru.

“Jadi artinya memang Indonesia sudah berhasil menangani pandemi dengan recovery lebih baik. Terutama di bulan Juli hingga Agustus ini masih ada tantangan karena varian baru masih akan tumbuh,” ucap Menkes Budi.

Kata dia, saat ini vaksinasi di Indonesia sangat baik. Sekarang sudah 440 juta dosis disuntikkan ke lebih dari 204 juta populasi, sehingga imunitas dari masyarakat kita baik.

“Mudah-mudahan nanti di Januari- Februari 2023 kita bisa mencegah kenaikan kasus dengan baik seperti di bulan Juli – Agustus tahun ini. Sehingga Indonesia akan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami ada lonjakan kasus,” ujarnya

Indonesia sempat mengalami puncak kasus mencapai hampir 600.000 per hari. Kemudian pasien yang dirawat di rumah sakit sempat mencapai 100.000 orang, sekarang yang masuk rumah sakit sebanyak 3.100 orang.

Baca juga ini :  Hasil Survei Terbaru SMRC Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi

Selanjutnya, kasus kematian di Indonesia juga sempat tinggi mencapai 1.800 orang per hari. Sekarang sudah berhasil turun ke angka 17 sampai 19 orang per hari.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.