Penetapan Tarif Rapid Rp150 ribu Rugikan Faskes, Pemkot  Pelajari Edaran Kemenkes

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Pemerintah kota masih mempelajari surat edaran Kementerian Kesehatan RI mengenai harga tertinggi tariff rapid test Rp150 ribu. Surat edaran itu mulai diedarkan , Selasa (7/7/2020).
Bahan rapid test merupakan produk impor yang didatangkan produsen kesehatan termasuk rumah sakit dengan harga yang memang diatas harga tersebut. Harga pokok rapid test saja Rp150 ribu.

“Edaran Kementerian Kesahatan kan maksimal Rp150 ribu juga, kita saja beli sudah segitu. Seharusnya ada waktu dulu dirjen itu karena masih ada stok di swasta dan klinik belinya harga sudah mahal duluan. Masa mereka menghadapi kerugian dengan adanya itu,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menanggapi persoalan harga rapid test, dalam rilis covid-19, Rabu sore (8/7/2020).

Pada kesempatan sama, Kepala DKK dr Andi sri Juliarty menambahkan bahwa seluruh fasilitas kesehatan baik rumah sakit, klinik, yang memberikan layanan rapid test di kota Balikpapan syaratnya membuat surat pemberitahuan kepada DKK Balikpapan.

Di Balikpapan sebutnya ada 30 klinik dan rumah sakit yang sudah mendapatkan rekomendasi DKK melakukan rapid test, pihaknya belum mendapatkan adanya yang membeli harga dibawah Rp150 ribu.

“Setelah ada surat pemberitahuan tim kami turun ke faskes itu kami mengecek jenis merk rapid test apakah masuk dalam rekomendasi BNPB atau kementerian kesehatan dan kami lihat bukti pembelian harga beli. Dari 30 yang sudah mendapatkan rekomendasi itu belum ada yang membeli dibawah harga Rp150 ribu,” jelasnya.

Beredarnya surat Dirjen soal harga rapid test, tim DKK langsung melakukan pengecekan seluruh distributor apakah ada yang harganya dibawah Rp100 ribu atau Rp70 ribu.

“Dan kami tidak mendapatkan harga itu Rp30 ribu atau 70 ribu. Kami dapatkan adalah bahwa kementerian kesehatan sedang melakukan penelitian dan pembuatan rapid buatan dalam negeri RI-Ga covid-19 itu harganya Rp75 tapi itu belum ada di pasaran diperkirakan bulan Agustus,” tukasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.