Pertamina Kilang Balikpapan Ajak PWP dan Perwira Mulai Kurangi Sampah dari Rumah

Talkshow interaktif bertajuk “Sehat Hari Ini, Lestari Masa Depan” yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 di Gedung Banua Patra, Balikpapan.
Talkshow interaktif bertajuk “Sehat Hari Ini, Lestari Masa Depan” yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 di Gedung Banua Patra, Balikpapan. Foto: PPN Balikpapan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Momentum Hari Bumi dimanfaatkan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan dengan mengajak warga memulai perubahan sederhana: makan lebih bijak, kurangi sisa makanan, dan kelola sampah dari rumah.

Peringatan Hari Bumi di Main Hall Gedung Banua Patra, Balikpapan, tak sekadar seremoni. Kegiatan ini berisi edukasi langsung tentang pola hidup sehat dan cara mengelola sampah rumah tangga yang bisa diterapkan sehari-hari.

Peserta berasal dari Persatuan Wanita Patra (PWP) Wilayah RU V Balikpapan serta para pekerja Pertamina.

Section Head Environment HSSE PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Martanti Dwi Suryaningtias, mengatakan perubahan besar terhadap lingkungan justru dimulai dari kebiasaan kecil di rumah.

“Jika kita mampu mengelola sampah dari sumbernya, maka kita telah berkontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Sampah Dimulai dari Dapur, Solusinya Juga dari Dapur

Dalam sesi talkshow, Dokter Noratu Sendana menyoroti pentingnya pola makan sehat yang juga berdampak pada berkurangnya limbah makanan.

Menurutnya, banyak sampah rumah tangga berasal dari makanan yang terbuang karena mengambil berlebihan atau tidak dikelola dengan baik.

“Makanan bergizi seimbang bukan hanya tentang kesehatan tubuh, tetapi juga tentang bagaimana kita mengonsumsi makanan secara bijak. Mengambil makanan secukupnya dan menghindari food waste adalah bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pesan ini relevan bagi keluarga di Balikpapan yang ingin hidup lebih hemat sekaligus sehat.

Bagian paling menarik datang dari Ketua Kelompok Warga Siaga Sehat (Wasiat) Baru Ilir, Siti Aminah. Ia memperagakan cara sederhana mengubah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Mulai dari sisa sayur, kulit buah, hingga daun kering, semuanya bisa dimanfaatkan kembali dan mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos bisa dilakukan dengan cara sederhana. Yang terpenting adalah konsistensi dan keterlibatan seluruh anggota keluarga,” katanya.

Balikpapan Butuh Gerakan dari Rumah ke Lingkungan

Kota seperti Balikpapan membutuhkan kesadaran bersama agar persoalan sampah tidak terus membesar. Langkah kecil seperti memilah sampah, mengurangi sisa makanan, dan membuat kompos bisa memberi dampak besar bila dilakukan banyak keluarga.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman tentang cara menjaga rumah tetap sehat serta ramah lingkungan.

Perubahan lingkungan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Di Balikpapan, langkah itu bisa dimulai dari dapur rumah sendiri: makan secukupnya, pilah sampah, lalu ubah sisanya menjadi manfaat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses