Rahmad Mas'ud

Rahmad: Waspada Cuaca Ekstrem, Bentuk FPRB Percepat Bantuan 

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com -Masyarakat Balikpapan diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang bakal terjadi pada beberapa pekan depan sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Terutama warga yang tinggal di kawasan perbukitan serta daerah rendah.

“Saya ingatkan kepada warga yang tinggal di perbukitan serta daerah rendah agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem  dengan curah hujan cukup tinggi,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dalam sambutanya, pada acara Muskot GOW, di rumah jabatan wali kota, Selasa (18/10/2022).

Wali Kota mengimbau, untuk meminimalisasi terjadinya banjir warga diminta untuk membersihkan parit atau drainase yang berada di lingkungan sekitar.

“Jadi kalau ada kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar nanti dinas terkait siap membantu untuk mengangkut sampah-sampah yang ada guna mengurangi terjadinya banjir. Inshaalah fasilitas yang dimiliki Pemkot baik truk dan lain-lain siap membantu bapak dan ibu untuk mengangkut sampah,”  akunya.

Sebelumnya BMKG mengungkapkan adanya potensi cuaca ekstrem terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada 15-21 Oktober 2022 lalu. Hal itu karena kondisi atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup kompleks dan dinamis yang dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global, regional ataupun lokal. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan bakal terjadi lagi pekan depan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya Siklon Tropis SONCA di sekitar Laut China Selatan sebelah timur Vietnam.

“Tepatnya di sekitar 14,2 derajat LU-111,4 derajat BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 35 knots (64 kilometer per jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 998 mb,” ujarnya dalam keterangan resmi, pada Sabtu (15/10) lalu.

Ia menjelaskan, siklon Tropis SONCA bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 6 knots atau 10 kilometer per jam memasuki daratan Vietnam. Keberadaan sistem TC SONCA membentuk pola belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara ekuator.

Baca juga ini :  Mengenal Pangeran Dimsum Pakde Narto

Dampak tidak langsung yang terjadi dari adanya sistem bibit siklon tersebut adalah potensi hujan sedang-lebat yang disertai kilat, petir, angin kencang di sejumlah wilayah.

Pemkot Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan berharap forum pengurangan resiko bencana bisa jadi solusi mempermudah bantuan yang akan disalurkan bagi korban bencana.

Tugas FPRB, menurut Perka BNPB No 1/2012, lebih banyak di kelurahan sesuai dengan namanya Kelurahan Tangguh Bencana. Hal itu disebabkan karena yang mempunyai wilayah adalah kelurahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Silvi Rahmadina mengatakan, cara kerja forum nantinya mereka memiliki keleluasaan untuk melakukan pengelolaan dana sosial itu.

“Forum ini bisa mengumpulkan dana sosial untuk kebencanaan yang tidak terlibat dengan undang-undang keuangan pemerintah kota agar terarah dan terorganisir. Sambil berjalan natinya kami akan melakukan penguatan-penguatan,” ujarnya.

BPBD Balikpapan, katanya, masih membuat kajian yang sudah berjalan sehingga nantinya bisa jadi rujukan bantuan seperti apa akan diberikan. Kalau nantinya forum sudah terbentuk akan melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari pengusaha dan lain sebagainya.

Sebenarnya untuk bantuan korban bencana itu pemerintah telah menyediakan tetapi proses pertanggungjawaban ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui dalam prosesnya.

“Paling tidak pemerintah hanya bisa memberi makan minum. Esensinya bagaimana dengan adanya forum ini bisa membantu dengan cepat, ” jelasnya.

Sementara itu, beberapa gelombang ekuatorial masih cukup aktif di wilayah Indonesia, dimana fenomena Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) masih dapat berkontribusi dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. 

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang bakal terjadi lagi pada beberapa pekan kedepan.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.