Viral Video Kericuhan di Polresta Balikpapan, Kapolda Kaltim: Ada Upaya Mendiskreditkan Institusi
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Jagat maya di Kalimantan Timur dihebohkan dengan potongan video kericuhan yang melibatkan seorang warga dan anggota kepolisian di Kantor Polresta Balikpapan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, angkat bicara dan menegaskan bahwa pemeriksaan internal telah dilakukan secara menyeluruh.
Insiden yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) tersebut melibatkan warga bernama Yosep B. Martua. Ia mendatangi kantor polisi untuk menanyakan kejelasan laporan dugaan penipuan yang telah berjalan selama tiga tahun, namun telah diputus penghentian penyidikannya (SP3).
Kronologi dan Pemicu Ketegangan
Dalam video yang beredar luas, tampak adu dorong antara Yosep dengan seorang perwira polisi berinisial Ipda F (Kanit Harda). Ketegangan memuncak saat muncul perdebatan mengenai aktivitas perekaman menggunakan ponsel di dalam ruangan kantor polisi.
Namun, Kapolda menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial cenderung tidak utuh.
“Informasi yang beredar hanya sebagian kecil dari peristiwa yang terjadi. Kami sudah melakukan pemeriksaan internal, baik dari sisi proses hukum maupun kejadian di lapangan,” ujar Endar di Mapolda Kaltim, Kamis (16/4/2026).
Dugaan Upaya Mendiskreditkan Polri
Berdasarkan hasil analisis internal, Kapolda mengungkapkan adanya indikasi bahwa kedatangan Yosep tidak sekadar menanyakan perkembangan perkara.
“Terdapat dugaan tujuan lain, termasuk upaya mendiskreditkan institusi kepolisian,” tegas Endar. Ia juga menyoroti aspek legal standing Yosep yang dalam perkara tersebut berstatus sebagai saksi, bukan pelapor langsung.
Terkait aksi perekaman di lingkungan kantor polisi yang memicu kericuhan, pihak Polda Kaltim kini tengah melakukan kajian mendalam. Polisi juga mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum lanjutan terkait insiden ini.
Imbauan: Kritik Harus Melalui Jalur Resmi
Meski menyayangkan narasi negatif yang terbentuk di publik, Kapolda menegaskan bahwa Polri tetap terbuka terhadap kritik masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara bijak dan melalui jalur resmi. Penting bagi semua pihak untuk melihat informasi secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman yang merugikan semua pihak,” pungkasnya.
Pihak kepolisian memastikan akan terus mendalami insiden ini guna menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan kejelasan hukum atas status perkara yang diperdebatkan.
BACA JUGA
