Rizal Effendi

Wali Kota : Jangan Marah dengan Pembatasan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta masyarakat tak protes terkait pembatasan yang diberlakukan pada Ramadan hingga Lebaran tahun ini. Karena tengah pandemic covid-19.

Hal itu disampaikannya disela-sela Bazar Murah yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), termasuk Bulog Divre Kaltim dan Kaltara di Ocean Balcony, Pasar Baru,  Sabtu (08/05/2021). 

“Jangan marah dengan pembatasan, karena ini situasi yang harus kita lakukan, kita harus melawan covid-19,” tandasnya.

Dia mengatakan, meskipun angka kasus positif covid-19 di Balikpapan cenderung melandai, namun masih belum bisa dikendalikan. Sehingga dia meminta pengertian masyarakat untuk memahami.

“Walaupun angkanya turun tapi kita belum bisa mengendalikan dengan baik,” ujar Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan itu.

Sejumlah pembatasan diberlakukan, selain dilarang mudik. Juga dilakukan penyekatan di wilayah perbatasan antar kota dan kabupaten di Kaltim. Diantaranya di Kilometer 17 dan Lamaru Balikpapan.

Begitupun untuk Salat Ied tidak diperkenankan di lapangan dan hanya diperbolehkan di masjid dan musala dengan memenuhi sejumlah ketentuan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan.

Kemudian pada hari pertama lebaran pusat perbelanjaan tutup. Begitupun seluruh obyek wisata maupun fasilitas umum. Bahkan untuk obyek wisata dan fasilitas umum tutup selama 13-16 Mei 2021.

“Mohon dimengerti tahun ini, pemerintah selain membatasi beberapa hal, salatnya hanya di masjid dan musala, tidak di lapangan terbuka, kemudian tempat wisata kita tutup,” katanya. 

Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan juga dilarang menggelar open house. Termasuk tidak ada halal bihalal. “Pemerintah juga melarang ada kegiatan open house, mudik juga tidak boleh,” tukasnya. 

Comments

comments

Baca juga ini :  Wali Kota Tunggu Laporan Soal ASN yang Mudik Saat Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.