Dari Buruh Pelabuhan ke Kursi Wali Kota, Rahmad Mas’ud Kenang Pernah Tidur di Dermaga
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Wali Kota Rahmad Mas’ud mengenang masa lalunya sebagai buruh pelabuhan saat menghadiri pelantikan pengurus DPC FSPTI-KSPSI Khusus TKBM KSS Pelabuhan Balikpapan masa bakti 2026–2031, Rabu (7/5/2026).
Di hadapan para pekerja dan tokoh pelabuhan, Rahmad tampil emosional ketika menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi kepala daerah.
“Kalau bukan karena pelabuhan, saya tidak mungkin bisa berdiri di sini,” ujarnya.
Rahmad mengungkapkan, hidupnya berubah setelah sang ayah meninggal pada 1997. Saat itu ia masih menempuh pendidikan di Makassar, namun memutuskan pulang ke Balikpapan demi membantu keluarga.
Di usia 19 tahun, ia mulai bekerja sebagai buruh pelabuhan untuk menghidupi tujuh saudaranya.
Kehidupan keras di kawasan dermaga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Rahmad bahkan mengaku pernah tidur di area pelabuhan demi bertahan hidup.
“Historis dan ikatan batin itu tidak bisa hilang. Mereka tahu bagaimana perjuangan kami dulu,” katanya.
Pelabuhan Jadi Saksi Perjuangan Hidup
Dalam acara pelantikan pengurus serikat pekerja pelabuhan tersebut, Rahmad juga menyebut sejumlah tokoh senior yang menjadi saksi perjalanan hidupnya di dunia pelabuhan.
Bagi Rahmad, pelabuhan bukan hanya pusat aktivitas ekonomi Balikpapan, tetapi juga tempat yang membentuk karakter, solidaritas, dan perjuangan hidup masyarakat kecil.
Cerita personal itu langsung mendapat respons hangat dari peserta acara, terutama para tenaga kerja bongkar muat yang merasa memiliki pengalaman hidup serupa.
Pesan untuk Pekerja Pelabuhan
Rahmad menegaskan dirinya tidak pernah melupakan akar kehidupannya meski kini menjabat sebagai wali kota.
Momentum tersebut, kata dia, sekaligus menjadi pengingat bahwa sektor pelabuhan memiliki peran besar dalam menopang ekonomi Balikpapan dan menjadi ruang penghidupan bagi ribuan keluarga pekerja.***
BACA JUGA
