Warga Balikpapan Diajak Hemat Penggunaan Air di Tengah Ancaman Kekeringan, Begini Pesan Kepala BPBD

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali (foto : Inibalikpapan/Samsul)
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), seiring suhu udara yang mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Imbauan ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai langkah antisipasi sebelum kondisi memburuk.

Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, menekankan pentingnya kebiasaan hemat air sejak sekarang. Menurutnya, langkah sederhana di tingkat rumah tangga bisa menjadi penentu ketika musim kering berlangsung lebih lama dari perkiraan.

“Penggunaan air secara bijak harus mulai dibiasakan dari sekarang. Saat kondisi benar-benar kering, cadangan air akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Usman.

Meski prakiraan cuaca masih menunjukkan peluang hujan di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, BPBD mengingatkan warga untuk tidak lengah. Penyimpanan air bersih dan pengurangan penggunaan air yang tidak mendesak dinilai penting sebagai langkah awal mitigasi.

Di sisi lain, peningkatan suhu juga meningkatkan risiko kebakaran lahan, terutama di kawasan dengan vegetasi kering. Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD bersama instansi terkait telah menyiagakan satgas dan mengaktifkan posko penanggulangan kebakaran di sejumlah titik.

“Kami sudah berkoordinasi lintas sektor, termasuk dengan kecamatan, kelurahan, hingga wilayah perbatasan dan otorita IKN. Pada prinsipnya, seluruh tim dalam kondisi siaga. Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti,” kata Usman.

Warga Diminta Proaktif

BPBD juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mempercepat penanganan di lapangan. Warga diminta proaktif melapor jika menemukan indikasi kebakaran, sekaligus menyimpan nomor layanan darurat seperti pemadam kebakaran.

Saat ini, Balikpapan memiliki enam sektor penanggulangan kebakaran yang tersebar di seluruh kecamatan untuk mempercepat respons. Dalam penanganan karhutla, BPBD turut melibatkan TNI dan Polri guna memastikan koordinasi berjalan efektif.

Kata Usman, pemerintah berharap warga tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga ikut berperan dalam pencegahan. Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, kewaspadaan dan kepedulian lingkungan menjadi kunci agar Balikpapan tetap aman dari ancaman kekeringan dan kebakaran.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses