Reses Anggota DPRD Balikpapan Parlindungan

Warga Balikpapan Selatan Keluhkan Air Bersih PDAM, PJU dan Jam Belajar Sekolah

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Warga khususnya di Kecamatan Balikpapan menyampaikan sejumlah keluhan saat reses yang di gelar Anggota DPRD Kota Balikpapan Parlidungan.

“Jadi saya sudah melaksanakan reses 30 Oktober, saya pusatkan RT 36 BDS II. Ada beberapa yang disampaikan perbaikkan iinfrastruktur, semenisasi, se-Balikpapan selatan,” ujarnya, Rabu (02/11/2022)

“Bantaun Pos Yandu dan rumah ibadah sudah saya lakukan juga beberapa

Namun tdak bisa mencakup0 semua usulan masyarakay tahun 2022, karena keterbatasan dana. Paling tidak semuanya sudah saya laksanakan, sesuai porsi saya,”

Namun yang paling dikeluhkan soal pelayanan air besih khususnya pemasangan PDAM. Khususnya warga di Kelurahan Sungai Nangka yang belum menikmati air bersih PDAM.

“Dengan semakin banyaknya warga yang bermukim di Balikpapan khususnya di Sungai Nangka maka semakin banyak juga warga yang meminta penyambungan PDAM,” ujarnya

Sementara pihak PDAM menyatakan, masih akan menghitung ketersedian air baku. Karena Balikpapan ini masih keterbatasan air baku.Rencananya akan direalisasikan Janurai 2023.

“Akan mengihitung kemampuan debit air yang ada di IPAL Kampung Damai, paling tidak bisa disalurkan di kelurahan Sungai Nangka ini. Akan dilakukan realisasi Januari 2023,” ujarnya

Selain itu, warga juga minta agar dilakukan pemasangan penerangan jalan umum (PJU)  untuk mengantisipasi kerawanan. Khususnya di wilayah Balikpapan Selatan yang dianggap rawan.

“Kemudian masyarakat juga minta PJU untuk menghingadi tingkat kerawaan di masyarakat, lokasinya gelap, sehingga jadi kebutuhan pokok untuk kemananan lingkungan,” ujarnya

Selain itu lanjutnya, ada warga yang mengeluhkan durasi jam belajar di seolah yang cukup panjang yakni mulai jam 7 pagi hingga jam 3 siang. Belum lagi tugas pekerjaan rumah (PR).

“Kemudians setelah itu juga dibekali dengan PR sehingga tidak ada waktu untuk anak-anak untuk mengeksplor dirinya untuk kegiatan formal diluar sekolah,” ujarnya

Baca juga ini :  Perda Sampah Balikpapan Direvisi, Bakal Ada Sanksi Pidana

“Karena sampai di rumah mereka sudah lelah untukmengerjakan PR lagi , secara psikologis jadi berbeda. Mereka jadi tertutup, tidak terbuka lagi , fokus pada sekolah,”

“Mereka tidak bisa mengembangkan bakat dirinya, yang mungkin senang berkebun, tidak bisa berkebun, membuat lukisan di rumah.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.