Home / IniEKONOMI / Kendalikan Inflasi, BI Balikpapan Bentuk Gerakan Wanita Matilda

Kendalikan Inflasi, BI Balikpapan Bentuk Gerakan Wanita Matilda

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama pemerintah kota dan TP PKK Kota melauching Gerakan Wanita Matilda (Mandiri, terampil dan Berdaya) atau disingkat dengan GWM. Gerakan ini melibatkan 200 wanita perwakilan dari 20 kelurahan di Kota Balikpapan.

Masing-masing kelurahan akan diberikan bantuan sebesar Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) untuk melakukan sosialisasi serta 1.000 bibit tanaman cabai dan 100 bibit tomat untuk mendukung kegiatan urban farming. Para peserta juga akan dibekali budidaya tanaman secara urban dengan pemanfaatan lahan pekarangan oleh narasumber yang telah berpengalaman.

GWM berlangsung sejak 30 Juli 2019 sampai dengan akhir Oktober 2019 dan ada kompetisi dicari pemenang dalam kegiatan ini.

“Kami ingin mencari nama yang mudah diingat dan mencerminkan kota Balikpapan, sehingga munculkan nama Matilda. GWM disini merupakan program edukasi dalam bentuk urban farming dan pengelolaan keuangan untuk perempuan. Ini dilakukan melalui kompetisi mengkampanyekan belanja bijak dan diaplikasikan dilingkungan rumahtangga, sehingga turut berperan dalam pengendalian inflasi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Balikpapan, Bimo Epyanto dalam Lauching Program Gerakan Wanita Matilda di Kantor Bank Indonesia Balikpapan pada Selasa (30/07/2019).

Program yang berjalan selama tiga bulan tersebut, kata Bimo, para peserta diberikan pembekalan mengenai kebanksentralan dan Edukasi Inflasi; Pengetahuan dasar uang rupiah dan kampanye cinta rupiah; Pengelolaan keuangan keluarga yang bertujuan untuk mengkampanyekan bijak dan cerdas berbelanja di lingkungan keluarga dan kelurahannya masing-masing.

“Kami ingin mencari nama yang mudah diingat dan mencerminkan kota Balikpapan, sehingga munculkan nama Matilda. GWM disini merupakan program edukasi dalam bentuk urban farming dan pengelolaan keuangan untuk perempuan. Ini dilakukan melalui kompetisi mengkampanyekan belanja bijak dan diaplikasikan dilingkungan rumahtangga, sehingga turut berperan dalam pengendalian inflasi,” ujar Bimo.

Bimo menjelaskan, wanita berperan penting dalam mengelola keuangan rumahtangga. Berdasarkan sensus 2010, 50 persen lebih penduduk Indonesia adalah wanita. Dari angka tersebut partisipasi angkatan kerja wanita hanya 50 persen yang masuk tingkat partisipasi aktif dalam usia produktif. Berbeda jauh dengan laki yang angkatan kerja dengan tingkat partisipasi aktif sebesar 82 persen.

“Disinilah kami melihat bahwa wanita berperan penting di keluarga. bagaimana memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman yang konsumsi sehari-hari. Syukur-syukur bisa tambah pemasukan rumahtangga da nada nilai tambah bagi ibu-ibu PKK,” ujar Bimo.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Arita Rizal Effendi mengatakan penguatan lumbung pangan keluarga merupakan bagiand ari program kerja PKK. Program ini masuk dalam tugas Pokja Tiga yang disingkat dengan Hatinya PKK atau Halaman Asri Teduh dan Nyaman. Program Hatinya PKK, kata Arita, sudah dilombakan setiap tahunnya dan TP PKK Kota telah satu kali mendapat juara satu di tingkat nasional ditahun ini.

“Terimakasih Bank Indonesia sudah mendukung program kami. Kami dari PKK ajukan 10 orang per kelompok dengan harapan dua orang yang dilatih untuk melatih dua orang berikutnya. InshaAllah PKK dapat memberikan kontribusi untuk mengendalikan inflasi di Balikpapan,” kata Arita.

Lurah Sumber Rejo Balikpapan Tengah, Umar Adi mengaku siap melakukan urban farming dan kampanyekan inflasi di wilayahnya. RT 40 Kelurahan Sumber Rejo, kata Umar, tahun ini peraih juara satu lomba Hatinya PKK Tingkat Kota. Hal ini menjadi motivasi PKK di Kelurahan Sumber Rejo dalam menjalankan GWM selama tiga bulan kedepan.

“Kawasan Rumah Pangan Lestari di Sumber Rejo sebenarnya sudah jalan sebelumnya. Karena ini bibitnya ada 1000 cabai dan 100 tomat, nanti kesepakatan warga gotong royong dalam pemeliharaan dan perawatan,” kata Umar.

Untuk diketahui, GWM ibuka langsung oleh Walikota Balikpapan Rizal Efendi, bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, dan Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Arita Rizal Effendi. Kegiatan ini dihadiri juga oleh anggota TPID, PKK, Camat dan Lurah Kota Balikpapan, serta 200 anggota GWM.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

About andi aa

Check Also

Ciptakan Murid Kritis, Analitis dan Kreatif Guru Harus Mengajar dengan Metode Pembelajaran Aktif

BALIKPAPAN, INIBalikpapan.com — Guru sekolah dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan harus menggunakan metode …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.