Benhur Panjaitan

Bajadul, Nostalgia Balikpapan Tempo Dulu, Ingin Pecahkan Rekor Dunia

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Komunitas Bajadul (Balikpapan Jaman Dulu) merayakan HUT ke-1 di Rumah Dahor yang merupakan cagar budaya pada Sabtu (10/04). Mereka memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap masyarakat yang telah berjasa.

“Bajadul itu Komunitas, kita orang-orang Balikpapan yang ada diseluruh dunia yang punya kenangan-kenangan masa lalu. Jadi usianya rata-rata cukup dewasa. Tapi tidak menutup kemungkinan yang muda-muda juga ikut bergabung,” ujar Ketua Bajadul Benhur Panjaitan.

Menurutnya, Bajadul menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin mengenang masa lalu. Bertukar informasi tentang Balikpapan diawal tahun 50-an hingga 90-an. Mereka aktif di media social. Anggotanya bahkan tersebar hingga di manca negara

“Karena kita berkumpul, saling silaturahmi, nostalgia, satu lagi membuat sesuatu untuk kebanggaan Kota Balikpapan. Anggotanya hampir 40 ribu (di media social) usia dari 28 sampai 70 tahun,” ujarnya.

“Karena di Bajadul kita bisa bertukar informasi mengenang masa lalu, makanya temannya pun tahun ini pemersatu rasa lewat cerita nostalgia,”

Salah satu yang telah dilakukan, berhasil menjadikan Taxi Kayu (Taxi Jamban) sebagai ikon pariwisata Balikpapan yang disetujui Pemerintah Kota (Pemkot). Taxi kayu merupakan alat transportasi masyarakat Balikpapan tempo dulu, hingga tahun 1990-an.   

“Kita mencetuskan, atau melahirkan kembali Taxi Kayu, jadi kita punya program namanya Taxi Kayu Reborn. Jadi Taxi Kayu ini akan menjadi Ikon Pariwisatanya Kota Balikpapan,” ujarnya

“Rekomendasinya pun sudah keluar, sekarang kita lagi tahap pembangunan. Nanti harapkan turis-turis datang, ada salah satu wahana baru untuk mereka nikmati di Balikpapan,”

Dia menambahkan, sebenarnya mereka ingin memecahkan rekor dunia atau masuk dalam catatan Guiness World Record. Hanya saja terhalang pandemic covid-19. Meskipun, mereka merahasikan yang akan dilakukan untuk memecahkan rekor dunia.

Baca juga ini :  Jajaran Dit Polairud Polda Kaltim Bagikan Masker ke Pedagang Pasar

“Saya belum bisa sebutkan dulu. Tapi karena pandemi, dari pemerintah sudah setuju, supaya Balikpapan betul-betul dikenal saya dunia luar,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.