Ilustrasi / wideazone

Cegah Kekerasan, Pemerintah Kembangkan 132 Desa Ramah Perempuan dan Anak

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kian memprihatinkan. Bahkan diperkirakan banyak korban yang takut untuk melaporkan.

Karenanya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresia, korban maupun keluarga yang berani melapor ke unit pelayanan setempat.

“Kasus kekerasan adalah fenomena gunung es, masih banyak kasus yang tidak terlaporkan. Kami menyampaikan terima kasih karena belakangan ini masyarakat sudah berani bicara,” ujarnya

“Sehingga semakin banyak kasus yang terungkap, apalagi kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan berasrama, sehingga lebih banyak anak yang bisa kita selamatkan,”

Menteri Bintang mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai strategi dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Diantaranya pengembangan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sesuai arahan Presiden untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tahun 2022 ingin kami kembangkan di 33 provinsi, tepatnya 132 desa. Ketika kita melihat jumlah penduduk perempuan dan anak di tingkat desa, dari 76 ribu desa, 43 persennya adalah perempuan dan anak.

“Sementara itu, dari sekitar 8600 kelurahan, 57 persennya adalah perempuan dan anak. Kami melihat hal ini menjadi penting untuk kita intervensi terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.”

Comments

comments

Baca juga ini :  Update 1 Februari 2021 : Tembus 1.010 Kasus Kematian di Kaltim Karena Terpapar Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.