HANI 2026, Wali Kota Balikpapan Ajak Masyarakat Perkuat Komitmen Perangi Narkoba

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Balikpapan saat ini tidak bertumpu pada kepemilikan sumber daya minyak dan gas, melainkan pada sektor jasa, industri, perdagangan, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berkembang. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk kembali menegaskan komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga generasi muda dari ancaman narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan bangsa.

Dalam pesan yang disampaikan pada peringatan HANI 2026, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, hingga masyarakat agar upaya pencegahan berjalan secara berkelanjutan.

“Momentum Hari Anti Narkoba Internasional harus menjadi penguat komitmen kita bersama untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” ujarnya.

Menurut Rahmad, narkotika merupakan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia. Dampaknya tidak hanya menghancurkan masa depan individu, tetapi juga menghambat pembangunan daerah karena generasi produktif berpotensi kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis bud) jaringan internasional Thailand–Indonesia.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika berskala internasional.

Rahmad mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak berhenti pada penindakan hukum. Langkah pencegahan melalui pendidikan, pengawasan keluarga, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki daya tahan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Ia pun mengajak seluruh warga Balikpapan untuk menjaga keluarga dan lingkungan masing-masing sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Pencegahan dimulai dari rumah. Ketika keluarga mampu membangun komunikasi yang baik, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan saling menjaga, maka peluang generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba akan semakin kecil,” katanya.

Melalui semangat Hari Anti Narkoba Internasional 2026, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi mewujudkan kota yang sehat, aman, tangguh, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dengan kepedulian bersama, masa depan generasi penerus dapat terjaga, sehingga Balikpapan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.***

Penulis : Samsul

Editor: Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses