Swiss dan Aljazair Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Dapat Keberuntungan?
VANCOUVER, Inibalikpapan.com – Swiss dan Aljazair akan berebut satu tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat bertemu di BC Place, Vancouver, Jumat (3/7/2026) siang WIB. Laga ini mempertemukan tim Eropa yang tampil konsisten dengan wakil Afrika yang lolos lewat perjuangan dramatis.
Swiss datang dengan modal lebih meyakinkan setelah menjadi juara Grup B tanpa menelan kekalahan. Sebaliknya, Aljazair harus menunggu hingga laga terakhir untuk memastikan tempat di fase gugur setelah bermain imbang dramatis 3-3 melawan Austria.
Manzambi Sedang Bersinar
Sorotan utama tertuju kepada gelandang muda Swiss Johan Manzambi. Meski baru sekali tampil sebagai starter, pemain muda tersebut sudah mencetak tiga gol dan satu assist sepanjang fase grup.
Performa impresif itu membuat Manzambi masuk dalam jajaran kandidat kuat peraih penghargaan FIFA Young Player Award di Piala Dunia 2026.
Didukung pemain berpengalaman seperti Granit Xhaka, Manuel Akanji, Gregor Kobel, hingga Breel Embolo, Swiss bertekad melanjutkan tradisi lolos ke babak 16 besar untuk keempat kalinya secara beruntun.
Aljazair Bawa Mental Pantang Menyerah
Aljazair memang hanya finis sebagai peringkat ketiga Grup J, tetapi perjalanan mereka menunjukkan daya juang tinggi.
Mereka nyaris mengakhiri fase grup sebagai runner-up sebelum kebobolan gol penyama kedudukan pada masa injury time saat bermain imbang 3-3 melawan Austria.
Kini skuad berjuluk Les Fennecs berharap mampu mencatat sejarah baru dengan meraih kemenangan pertama di fase gugur Piala Dunia. Pada edisi 2014, langkah Aljazair terhenti di babak 16 besar setelah kalah dramatis dari Jerman yang kemudian menjadi juara dunia.
Petkovic Hadapi Mantan Timnya
Laga ini juga menghadirkan cerita menarik dari sisi pelatih.
Pelatih Aljazair Vladimir Petkovic pernah menangani Swiss selama tujuh tahun. Bersama tim tersebut ia tampil dalam tiga turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2018.
Kini Petkovic justru berusaha menghentikan langkah mantan tim yang pernah ia bangun.
“Kami sedang membangun mental juara sedikit demi sedikit. Di turnamen besar, yang terpenting adalah terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar Petkovic.
Swiss Lebih Diunggulkan
Secara kualitas skuad, Swiss sedikit lebih difavoritkan. Selain memiliki kedalaman pemain yang lebih merata, mereka juga memiliki rekor positif atas Aljazair.
Kedua negara memang belum pernah bertemu dalam pertandingan kompetitif. Namun dalam dua laga persahabatan pada era 1980-an, Swiss selalu keluar sebagai pemenang.
Meski demikian, Aljazair tetap memiliki sederet pemain berbahaya seperti Riyad Mahrez, Houssem Aouar, Amine Gouiri, hingga Nabil Bentaleb yang berpotensi menjadi pembeda.
Prediksi Susunan Pemain
Swiss: Kobel; Jaquez, Elvedi, Akanji, Rodriguez; Freuler, Xhaka; Sow, Manzambi, Vargas; Embolo.
Aljazair: Benbot; Belghali, Mandi, Bensebaini, Hadjam; Chaibi, Bentaleb; Mahrez, Maza, Aouar; Gouiri.
Pemenang pertandingan ini akan tetap bermain di Vancouver pada babak 16 besar dan menghadapi pemenang duel Kolombia vs Ghana pada 7 Juli mendatang.***
Penulis: Donny Moslem
Sumber: FIFA Website
Editor: Donny
BACA JUGA
