Sinopsis Toy Story 5: Woody dan Buzz Hadapi Ancaman Gadget Pintar yang Mengubah Cara Anak Bermain

Setelah lebih dari tiga dekade menjadi salah satu waralaba animasi paling sukses di dunia, Disney-Pixar kembali menghadirkan petualangan terbaru lewat Toy Story 5. (Foto: IMDB)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Setelah lebih dari tiga dekade menjadi salah satu waralaba animasi paling sukses di dunia, Disney-Pixar kembali menghadirkan petualangan terbaru lewat Toy Story 5. Film yang disutradarai peraih Oscar Andrew Stanton ini membawa Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan para mainan lainnya menghadapi tantangan yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini: dominasi teknologi dalam dunia bermain.

Film berdurasi 102 menit tersebut mulai tayang di bioskop pada 19 Juni 2026 dan kembali menghadirkan pengisi suara legendaris seperti Tom Hanks (Woody), Tim Allen (Buzz Lightyear), serta Joan Cusack (Jessie). Mereka ditemani deretan pemain baru, termasuk Greta Lee sebagai karakter Lilypad dan Conan O’Brien sebagai Smarty Pants.

Mainan Kini Harus Bersaing dengan Gadget

Jika film-film sebelumnya mengangkat ketakutan para mainan ketika ditinggalkan pemiliknya, Toy Story 5 menghadirkan konflik yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Bonnie, pemilik baru Woody dan kawan-kawan, mulai menghabiskan lebih banyak waktunya bersama Lilypad, sebuah tablet pintar yang dirancang untuk mengatur aktivitas anak-anak. Kehadiran perangkat digital itu perlahan membuat waktu bermain bersama mainan tradisional semakin berkurang.

Lilypad bukan sekadar tablet biasa. Karakter baru yang disuarakan Greta Lee itu memiliki keyakinan bahwa teknologi merupakan cara terbaik untuk menemani tumbuh kembang Bonnie. Pandangan tersebut membuat Woody, Buzz, Jessie, hingga Forky harus berjuang mempertahankan arti penting imajinasi dan permainan konvensional bagi seorang anak.

Woody dan Buzz Bersatu Lagi

Meski sempat berpisah pada akhir Toy Story 4, Woody kembali bertemu Buzz Lightyear demi menyelamatkan masa depan para mainan.

Mereka bersama Jessie memimpin upaya menghadapi ancaman baru yang tidak bisa dilawan dengan kekuatan fisik, melainkan melalui persahabatan, kreativitas, dan kemampuan membangkitkan kembali imajinasi Bonnie.

Selain Woody, Buzz, dan Jessie, sejumlah karakter favorit seperti Rex, Hamm, Slinky Dog, Bo Peep, hingga Forky juga kembali tampil dalam petualangan terbaru ini.

Angkat Isu Penggunaan Gadget pada Anak

Berbeda dari film-film sebelumnya yang lebih banyak mengeksplorasi hubungan antara anak dan mainannya, Toy Story 5 secara terang-terangan mengangkat isu penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.

Andrew Stanton menyebut film ini mengusung konsep “Toy Meets Tech”, yakni benturan antara dunia permainan tradisional dengan teknologi modern yang kini semakin mendominasi kehidupan keluarga.

Namun alih-alih menghakimi teknologi, film ini mencoba mengajak penonton mencari keseimbangan antara kemajuan digital dan pentingnya bermain menggunakan imajinasi.

Dipuji Kritikus

Film produksi Pixar Animation Studios dan Walt Disney Pictures ini mendapat sambutan sangat positif.

Di Rotten Tomatoes, Toy Story 5 meraih 92 persen dari kritikus dan 95 persen dari penonton terverifikasi. Konsensus kritikus menyebut film ini berhasil menghindari kejenuhan waralaba dengan menghadirkan kisah yang relevan mengenai era layar digital tanpa kehilangan kehangatan khas Toy Story.

Sementara itu, di IMDb, film ini juga mendapat respons positif berkat tema yang dinilai dekat dengan kehidupan keluarga modern serta kembalinya chemistry Woody dan Buzz yang menjadi ikon serial tersebut. ***

Penulis: Donny Moslem
Sumber: IMDB
Editor: Donny

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses