Kaltim Jadi Lokasi Kick Off Konferensi Imam Internasional 2026, Menag Nasaruddin: Representasi Harmoni Indonesia
SAMARINDA, Inibalikpapan.com — Kalimantan Timur kembali menegaskan posisinya sebagai pusat gravitasi kegiatan keagamaan berskala global. Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda resmi ditunjuk sebagai lokasi Kick Off Bridging International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, sebuah ajang pembuka menuju konferensi puncak di Masjid Istiqlal, Oktober mendatang.
Peresmian kegiatan ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, didampingi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, Sabtu (25/4/2026).
Imam Sebagai Perekat Sosial dan Moral
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyoroti peran strategis para imam yang tidak hanya terbatas pada fungsi ritual di dalam masjid. Menurutnya, di era dinamis saat ini, imam adalah figur sentral yang menjaga arah moral masyarakat.
“Imam bukan sekadar pemimpin ibadah, tetapi juga penjaga nilai moral, penyejuk kehidupan sosial, dan penguat persatuan umat,” tegas Rudy Mas’ud.
Ia menambahkan, sebagai etalase Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim memiliki tanggung jawab besar dalam merawat keberagaman. Kehadiran IGIC diharapkan mampu memperkuat jejaring global para imam sebagai agen perdamaian dunia.
Kaltim: Representasi Indonesia yang Majemuk
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pemilihan Samarinda sebagai titik awal konferensi internasional ini didasarkan pada rekam jejak Kaltim yang sangat kondusif dalam menjaga toleransi antarumat beragama.
“Bahasa agama adalah bahasa universal. Ia mampu menjembatani perbedaan. Kaltim adalah representasi Indonesia yang majemuk namun tetap harmonis,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Menurutnya, IGIC 2026 akan menjadi forum diplomasi berbasis nilai keagamaan untuk membangun kesepahaman global dalam menjaga perdamaian dunia yang dimulai dari ruang ibadah.
Misi Perdamaian Dunia dari Bumi Etam
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap semangat toleransi yang telah mengakar di Bumi Etam dapat menjadi inspirasi bagi para imam dari berbagai negara yang akan hadir pada puncaknya nanti di Jakarta.
Partisipasi Kaltim dalam agenda internasional ini sekaligus menjadi bukti kesiapan daerah dalam mendukung visi Indonesia sebagai mercusuar moderasi beragama di kancah dunia.
BACA JUGA
