Akses ke Balikpapan Terkendala Tiket Mahal, Kementerian Pariwisata Dorong Insentif Penerbangan

Firnandi Gufron

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Tingginya harga tiket pesawat masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan konektivitas antardaerah di Indonesia, khususnya menuju wilayah-wilayah strategis seperti Balikpapan. 

Hal ini diakui oleh Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Firnandi Gufron yang menyebut kondisi geografis Indonesia sebagai faktor utama mahalnya biaya transportasi udara.

Firnandi mengungkapkan, dirinya pun sempat mengalami kesulitan mendapatkan tiket menuju Balikpapan. “Ini memang menjadi tantangan yang nyata. Namun kami tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hadir dan melihat langsung potensi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki keterbatasan pilihan moda transportasi, yakni hanya melalui jalur udara dan laut. Di sisi lain, sektor penerbangan saat ini tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya harga bahan bakar avtur yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.

“Kondisi ini berbeda dengan negara lain yang wilayahnya menyatu dalam satu daratan. Di Indonesia, biaya operasional penerbangan memang tidak murah karena harus menjangkau banyak pulau,” jelasnya.

Butuh Peran Strategis

Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan kebijakan sektor penerbangan. Namun, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk otoritas bandara dan sektor aviasi, guna mencari solusi bersama.

Salah satu upaya yang didorong adalah pemberian insentif kepada maskapai penerbangan. Agar dapat membuka lebih banyak rute dan menekan harga tiket. 

“Kami ingin industri penerbangan ini tetap tumbuh dan mampu menjangkau lebih banyak destinasi wisata dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Firnandi.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung sektor pariwisata nasional, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Balikpapan sebagai salah satu pintu gerbang Kalimantan memiliki peran strategis, terlebih dengan kedekatannya terhadap kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meski demikian, Firnandi mengakui bahwa upaya menekan harga tiket pesawat bukan hal yang mudah dan membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya mencari formula terbaik. Agar konektivitas tetap terjaga tanpa membebani masyarakat.

“Beri kami waktu dan kesempatan untuk terus berikhtiar. Harapannya, ke depan akses menuju berbagai daerah. Termasuk Balikpapan, bisa semakin mudah dan terjangkau,” tutupnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses