Begini Penjelasan Pertamina Terkait Melonjaknya Harga Pertamax
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — PT Pertamina Patra Niaga resmi mengambil langkah radikal dengan melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya untuk produk Pertamax dan Pertamax Green 95.
Lonjakan harga yang cukup signifikan ini mulai diberlakukan secara serentak di seluruh jaringan SPBU per hari ini, Rabu, 10 Juni 2026.Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian harga ini diambil setelah melalui proses koordinasi ketat dengan pemerintah selaku regulator.
Langkah ini mengacu pada mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan volatilitas harga minyak dunia serta pergerakan harga pasar keekonomian yang kian dinamis.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator,” tegas Roberth MV Dumatubun dalam siaran pers, Pertamina.
Menurut Roberth, kebijakan penyesuaian harga ini merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi nasional guna menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi berkualitas agar terus berjalan optimal di tengah masyarakat.
Daftar Lengkap Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Per 10 Juni 2026
Bagi para pemilik kendaraan di wilayah Kalimantan Timur dan seluruh Indonesia, berikut adalah rincian tarif terbaru BBM ritel non-subsidi di SPBU Pertamina:
Pertamax Series (Gasoline)
- Pertamax (RON 92): Melonjak tajam dari harga semula Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
- Pertamax Green 95 (RON 95): Mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Diputuskan TETAP di angka Rp20.750 per liter.
Dex Series (Gasoil)
- Dexlite (CN 51): Diputuskan TETAP di angka Rp23.000 per liter.
- Pertamina Dex (CN 53): Diputuskan TETAP di angka Rp24.800 per liter.
Harga Pertalite dan BioSolar Tidak Berubah
Di tengah lonjakan rumpun Pertamax, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen militannya dalam mengamankan kuota dan menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Distribusi BBM bersubsidi jenis gasoline dan gasoil dipastikan aman dari kenaikan harga.
Pertamina menjamin harga jual kedua produk subsidi tersebut tetap stabil di seluruh tanah air, yakni:
- Pertalite: Tetap dilayani dengan harga Rp10.000 per liter.
- BioSolar: Tetap dilayani dengan harga Rp6.800 per liter.
Roberth memastikan jajarannya terus memelototi keandalan pasokan di lapangan agar tidak terjadi kelangkaan. Masyarakat diimbau untuk memantau pembaruan harga secara berkala melalui kanal siber resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.
BACA JUGA
