Merubah Pola Pikir Warga Pemukiman Atas Air Lebih Peduli Lingkungan Melalui Lilin Limbah Jelantah

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com —Senyum cerita dari Rostiati, Nurlina dan Eka Widiastuti bersama rekan-rekan Mariojela (Margasari Olah Jelantah) terpancar saat kami mengunjungi  kantor sederhana mereka  di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Masa Sejati di Pemukiman Atas Air Rt 32 Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Jumat, 22 Oktober 2021.

Aktivitas keseharian Mariojela menggunakan kantor TPST Masa Sejati yang juga mengelola sampah kompos, limbah air hingga tanaman Hidronik.

Senyum ceria yang mereka tampilkan bukan karena telah mendapatkan hasil materi  dari pembuatan lilin menggunakan limbah minyak jelantah yang bahan dari warga sekitar Pemukiman Atas Air, Margasari.

Tapi senyum bahagia menyambut kedatangan kami dengan ramah karena mereka sudah dapat berbuat walaupun kecil dengan merubah kebiasaan atau  budaya masyarakat sekitar. Awalnya banyak warga membuang limbah jelantah ke laut kini sudah dikelola bersama oleh kelompok Margasari Olah Jelantah (Mariojela) menjadi produk lilin  yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Mariojela mayoritas beranggotakan ibu-ibu rumah tangga yang diambil dari perwakilan 32 Rt di Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Kaltim. Lokasi Kampung atas air tempat tinggal mereka berbatasan dengan Kilang Balikpapan yang saat ini masih dalam proses pengembangan.

Bukan hanya sekedar lilin yang ditempatkan dalm gelas tapijuga lilin ini bisa dibuat berwarna-warni layaknya membuat pudding atau agar-agar.

Salah satu pengurus juga Kader Mariojela Rostiati mengaku senang dengan program pemberdayaan masyarakat yang berorintasi pada Kesehatan lingkungan.

“Kenapa kami ambil tema pembuatan ini untuk memberikan masyarakat lebih peduli dengan Kesehatan mereka, juga lingkungan. Merubah kebiasaan yang tadi buang limbah minyak ke laut kini kita Kelola bersama-sama,” ujarnya saat kami kunjungi di TPST, Jumat siang (22/10/2021).

Mereka berjumlah sekitar 30 orang yang mayoritas adalah kamu perempuan atau ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Margasari yang berjumlah 32 RT.

Baca juga ini :  3 Petahana di Kaltim Dapat Teguran Mendagri

Awalnya, kelompok ibu-ibu ini pada akhir 2018 mendapatkan kesempatan dari Jelantah For Change dibawah Yayasan Terang Nusantara Hijau  yang digandeng pertamina membuat program pemberdayaan sekaligus keberpihakan pada Kesehatan lingkungan.

Pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga ini berupa jelantah bekas ini tidak membutuhkan waktu lama. Hanya saja menurut Rostiani untuk menghasilkan lilin yang berkualitas tanpa ada bekas minyak jelantahnya, dibutuhkan beberapa kali pengulangan latihan agar hasilnya lebih sempurna.

“Bukan hal mudah mengajak masyarakat untuk peduli, selama dua tahun ini, hasil pelatihan mereka ini tidak langsung menghasilkan uang.  karena masih focus mengajak warga sekitar Margasari untuk ikut terlibat langsung mengelola limbahnya,” ujarnya.

Awalnya, kelompok Mario Jella melalui kadernya  ini membagikan dirigen minyak jelantah kepada warga untuk mengumpulkan jelantah bekas ini untuk dikumpulkan di rumah RT namun itu tidak berlangsung lama.

“Itulah tantangan kendala yang kita hadapi. Kita akhirnya melakukan jemput bola dengan mengambil langsung dari rumah-rumah warga. Cara ini jauh efektif. Kemudian hasil olahan jelantah ini, dibagikan kepada kader dan warga yang ikut terlibat maupun tidak terlibat langsung. Jadi proses waktu itu belum menghasilkan uang masih dipakai untuk internal dulu sambil edukasi,”Ros sapaan akrabnya.

Dengan harapan mereka memiliki kesadaran sama  yakni menjaga lingkungan laut dengan tidak membuang limbah jelantah warga.

Kegiatan mereka bukan hanya berkutat di pemukiman atas air Margasari tapi juga kelurahan lain. Dari jumlah kader 30 orang itu, terdapat lima duta Mariojella yang ditugaskan menularkan pengetahuannya dan pengalaman ke Kelurahan tetangganya di Margomulyo dan Baru tengah, Kecamatan Balikpapan Barat.

Tak heran jika, upaya mereka baru bisa menikmati hasilnya pada pertengahan 2021 ini meskipun masih dalam jumlah terbatas.

“Mungkin belum seberapa ya tapi bisa kami rasakan. Selama ini kami terima orderan 295 gelas lilin. Pemesannya dari Pertamina, Kecamatan Balikpapan Barat, warga lain yang mengenal keberadaan kita. Jadi proses Panjang ya  tidak langsung menghasilkan. Dari hasil ini masuk ke TPST dan Sebagian upah ke rekan-rekan yang mengerjakan orderan ini,” terang Kader lainya Eka Widiastuti.

Baca juga ini :  Bagi Ahli Waris yang Malu Urus Dana Santunan Silahkan Lapor ke Pemkot Balikpapan

Saat ini pihaknya sedang menjajaki, sejumlah café atau restoran untuk membeli produk lilin gelas. Saat harga jual lilin gelas ukuarn besar Rp15 ribu sedangkan ukuran kecil Rp7-8 ribu pergelas.

“Lagi penjajakanke café memang ada yang membuat mereka tertarik selain aman, tahan lama juga ramah lingkungan,”ucap Eka.

Proses Pembuatan  Lilin Seperti Membuat Agar-agar atau Puding

Untuk mahir dan menjadi duat Mariojela pembuatan lilin dari limbah jelantah ini dibutuh waktu 2 hingga 3 bulan. Ilmu yang mereka peroleh ini lalu digetuk tularkan kepada kader-kader baru yang ingin bergabung dalam Margasari Olah Jelantah.

Saat kami mendatangi, ibu-ibu dengan mudah memperaktekan cara mengolah limbah minyak jelantah  menjadi lilin cantik. Sekitar 20-30 menit proses pembuatannya hingga menghasilkan lilin.

Nurlina kader juga anggota MarioJela menjelaskan tahap pertama menyiapkan baha-bahan seperti  minyak jelantah bekas sebanyak 100 gram, Parafin seberat 100 gram, bubuk  Stearin juga 100 gram termasuk pewarna dari bahan crayon. Kemudian disiapkan gelas sebagai wadah,  kompor dengan wadah memasaknya.

 “Nyalakan kompor dengan api sedang. Kemudian masukan 100 gram minyak jelantah bekas. Setelah panas, masukan benda padat berwarna putih berupa Parafin untuk dicaikan hingga merata.  Sebelum mencampur bubuk putih Stearin, masukan sumbuh lilin agar menjadi kaku. Setelah merata sumbuh lilin diangkat dan dikering,” bebernya.

Pembuatan katanya seperti membuat agar atau pudding. Setelah bahan jelantah, paraffin merata masukan bubuk halus putih bernama Stearin juga hingga merata.  Kemudian masukan ke dalam wadah takaran.

Menurut Nurlina dari 100 gram bahan-bahan tersebut akan menghasilkan lilin sebanyak 5 gelas ukuran kecil, jika gelas ukuran sedang menghasilkan 4 gelas lilin.

“Biaya produksinya untuk ukuran 100 gram minyak jelantah seluruhnya itu  29 ribu lima ratus rupiah. Lilin ini awet  kalau misalnya mati lampu 3 jam, lilin masih bisa kita pakai,” beber Nurlina.

Baca juga ini :  Ini Upaya Pemerintah Mempercepat Pemulihan Ekonomi

Bahan seperti  minya jelantah beka diperoleh gratis dari warga sedangkan masing 100 gram untuk Stearin harganya Rp4000 dan Perafin 100 gram harganya Rp5000.  Untuk gelas kecil dapat dibeli perlusin. Sedangkan kerayon juga dapat dibeli mudah.

“Bahan-bahan ini jika dipanaskan dan diaduk merata saat kering atau dingin akan menyatu dan perwarna ini untuk mempercantik. Kita tambahkan pula pewangi,” ungkapnya lagi.

Harga lilin cantik ini pergelas dijual kisaran Rp15 ribu untuk ukuran besar sedangkan ukuran kecil Rp7-8 ribu.

Area Manager Communication Relation and CSR Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan  Ely Chandra Peranginanginan mengatakan saat ini kebiasaan buang limbah beka minyak  goreng ini tidak lagi dilakukan warga sekitar.

Dari sisi pencapaian asepk kesadaran lingkungan yang dicapai termasuk Pendidikan, aspek social dan aspek pembedayaan  yang dibangun oleh kelompok Mariojela sudah mulai tampak dirasakan.

“Jadi tahap awal program ini diawali mengedukasi masyarakat agar dapat mengumpulkan jelantah  di rumah masing-masing dikumpulkan satu tempat lalu dibawah ke TPST ini,” ujarnya.

Setelah masyarakat terbiasa mengumpulkan jelantah ini memiliki potensi dikembangkan menjadi lilin termasuk kedepanya pelatiihan managerial dan pengemasan yang akan dilakukan berkelanjutan.

Kegiatan Mariojela bagian dari kelompok  masyarakat yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Masa Sejati, Margasari yang dikelola masyarakat sekitar.

Dilokasi ini juga terdapat kegiatan pengelolaan limbah dengan membuat pupuk organic dan cair jual serta membuat tanaman hidroponik. Semua program ini dilakukan untuk memberdayakan masyarakat sekitar Pemukiman atas air Margasari agar lebih mandiri dan peduli pada lingkungan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.