Pertamina Bekali Warga Binaan Lapas Balikpapan, Panen 400 Kg Melon Jadi Bukti Pembinaan

pendampingan kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan dalam pengelolaan lahan dan budidaya melon di greenhouse Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebagai bagian dari program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Pendampingan warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan dalam pengelolaan lahan dan budidaya melon di greenhouse Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebagai bagian dari program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Foto: PPN Regional Kalimantan

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com,– Warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan tak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar bertani sebagai bekal setelah bebas. Berkat pendampingan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, mereka kini mampu mengelola lahan, memanen ratusan kilogram melon, hingga mengembangkan pertanian yang mendukung ketahanan pangan.

Belasan warga binaan yang mengikuti program asimilasi mendapat pelatihan mengolah kembali tanah bekas media tanam agar tetap subur dan dapat digunakan berulang. Pelatihan digelar di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan, Rabu (24/6).

Materi diberikan langsung oleh praktisi pertanian. Pelatihan ini dinilai penting karena karakteristik tanah di Balikpapan relatif menantang untuk budidaya tanaman sehingga membutuhkan teknik pengelolaan yang tepat.

Sebanyak 11 warga binaan mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Bekal Keterampilan Setelah Bebas

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pembinaan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

“Melalui pelatihan ini kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pembinaan. Harapannya mereka bisa membangun usaha atau komunitas produktif yang memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan,” ujarnya melalui keterangan resmi pada Sabtu (27/6/2026).

Pendampingan Pertamina di Lapas Balikpapan telah berlangsung sejak 2022. Awalnya difokuskan pada pengelolaan limbah, kemudian berkembang ke sektor pertanian pada 2025.

Greenhouse Hasilkan Panen Perdana 400 Kilogram Melon

Salah satu hasil nyata dari pendampingan tersebut adalah pembangunan greenhouse berukuran 22 x 11 meter di kawasan SAE.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko, mengatakan fasilitas itu telah dimanfaatkan warga binaan untuk membudidayakan melon hingga menghasilkan panen perdana sekitar 400 kilogram.

Menurutnya, keberadaan greenhouse menjadi salah satu sarana penting dalam mengembangkan pertanian di lingkungan lapas.

Kawasan SAE Lapas Balikpapan memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi. Selain melon, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk menanam kangkung, sawi, cabai, pisang, serta kegiatan perikanan dan peternakan ayam.

Pelatihan pembenahan tanah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan. Selain mendukung pertanian berkelanjutan di lingkungan lapas, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan bertani.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pertamina juga menyerahkan berbagai sarana pertanian seperti mesin sprayer, pupuk kandang, sekam, bahan pestisida alami, serta ember fermentasi pupuk.***

Sumber: Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses