Pertalite Balikpapan Antre Panjang, BPH Migas Siapkan Strategi Urai Kepadatan

Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Antrean Pertalite di sejumlah SPBU Balikpapan yang memanjang terutama pada sore hari mulai dicari solusinya. BPH Migas menyiapkan lima SPBU di sejumlah kawasan strategis sebagai titik alternatif pengisian untuk mengurangi kepadatan antrean di pusat kota.

Ketua Komite BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan antrean cenderung meningkat mulai siang dan semakin padat pada sore hari.

“Kalau pagi hari relatif normal. Antrean mulai terlihat pada siang hari dan menjadi lebih padat pada sore hari,” kata Wahyudi usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan unsur Forkopimda belum lama ini.

Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan pola perjalanan masyarakat. Banyak warga memilih mengisi Pertalite saat perjalanan pulang setelah bekerja.

Berdasarkan pemetaan geografis dan pola pergerakan kendaraan, BPH Migas bersama pemerintah daerah menyiapkan lima SPBU yang dinilai strategis untuk menjadi alternatif sebelum kendaraan memasuki kawasan pusat kota.

Lima lokasi tersebut yakni:

  1. Balikpapan Timur: SPBU Teritip dan SPBU Batakan.

2. Balikpapan Utara: SPBU Grand City dan SPBU Majesti.

3. Balikpapan Barat: SPBU Kebun Sayur.

Kelima titik tersebut dipilih karena berada di jalur utama masuk Kota Balikpapan dan dinilai memiliki akses yang lebih nyaman bagi kendaraan.

Dengan penyebaran titik pengisian tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi terpusat pada SPBU yang berada di kawasan pusat kota.

Antrean didominasi sepeda motor

Persoalan antrean Pertalite di Balikpapan juga dipengaruhi komposisi kendaraan.

Hasil evaluasi yang disampaikan BPH Migas menunjukkan sekitar 90 persen antrean berasal dari kendaraan roda dua.

Kondisi tersebut kemudian ikut memengaruhi kendaraan roda empat yang berada di belakang antrean.

“Yang terlihat panjang sebenarnya mayoritas roda dua. Kendaraan roda empat ikut tertahan karena harus menunggu antrean motor yang lebih dulu masuk ke area SPBU,” ujar Wahyudi.

Temuan ini menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi pola pelayanan dan penyebaran titik pengisian BBM.

Kuota Pertalite aman

Di tengah antrean yang terjadi, BPH Migas memastikan kuota Pertalite untuk Balikpapan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Namun, evaluasi tetap dilakukan untuk melihat perkembangan konsumsi BBM di lapangan.

Wahyudi mengatakan peningkatan konsumsi Pertalite tidak terlepas dari perubahan pola penggunaan BBM masyarakat. Sebagian pengguna BBM nonsubsidi disebut beralih menggunakan BBM subsidi setelah terjadi penyesuaian harga pada produk nonsubsidi.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik. Kami akan terus memantau kebutuhan riil di lapangan dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan,” katanya.

Antrean Pertalite dan mobilitas Balikpapan

Pengaturan titik pengisian tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi antrean, tetapi juga membantu menjaga kelancaran lalu lintas.

Hal ini menjadi semakin penting bagi Balikpapan yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi sekaligus berperan sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bagi masyarakat, keberhasilan skema tersebut pada akhirnya akan terlihat dari perubahan yang paling sederhana: antrean yang lebih pendek, waktu tunggu yang berkurang, dan perjalanan menuju rumah atau tempat kerja yang lebih lancar.

BPH Migas bersama pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan pola distribusi dan pelayanan BBM dapat mengikuti kebutuhan masyarakat Balikpapan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses