Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Balikpapan, Penyaluran Subsidi Dievaluasi
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus berupaya memastikan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di Balikpapan tetap lancar dan tepat sasaran. Langkah ini dilakukan menyusul aspirasi yang disampaikan aliansi sopir truk dan mahasiswa beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti hal tersebut, audiensi digelar bersama DPRD Kota Balikpapan, perwakilan mahasiswa, sopir truk, hingga BPH Migas selaku regulator pada Rabu (6/5/2026). Pertemuan itu membahas kondisi distribusi Biosolar di Balikpapan sekaligus mencari solusi agar penyaluran subsidi lebih efektif dan sesuai aturan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan dalam audiensi tersebut BPH Migas berencana melakukan evaluasi kuota Biosolar di SPBU KM 13 dan KM 15 yang saat ini melayani penyaluran selama 24 jam.
Tak hanya itu, usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar dari Pemkot Balikpapan juga akan ikut dievaluasi. Saat ini prosesnya masih berjalan di tahap administrasi.
“Pada prinsipnya Pertamina mendukung langkah evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Balikpapan semakin optimal, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan subsidi lebih tepat sasaran,” ujar Edi.
Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di SPBU KM 13 dan KM 15
Untuk menjaga distribusi tetap lancar, Pertamina sejak Senin (4/5/2026) juga telah menambah suplai Biosolar melebihi kuota harian. Di SPBU KM 13, penyaluran ditingkatkan menjadi 64 KL per hari atau sekitar 160 persen dari kuota normal. Sedangkan di SPBU KM 15 naik menjadi 40 KL per hari atau sekitar 162,5 persen dari kuota harian.
Meski begitu, tambahan distribusi tetap dilakukan secara terukur agar kuota subsidi pemerintah hingga akhir tahun tetap aman. Pertamina juga memastikan BBM subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak.
“Kami terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar aktivitas masyarakat, terutama sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Pertamina juga mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tepat sasaran. Mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa hingga masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam pengawasan tersebut.
Melalui penerapan QR Code Subsidi Tepat, penyaluran diharapkan semakin terkontrol dan penyalahgunaan subsidi bisa diminimalkan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Center 135. Selain itu, pengaduan juga bisa disampaikan melalui email [email protected] atau media sosial @pertamina135.***
BACA JUGA
