Pertamina Temukan Potensi Cadangan Migas 106 Juta Barel di Offshore Mahakam

Pertamina Temukan Potensi Cadangan Migas 106 Juta Barel di Offshore Mahakam
Anjungan pengeboran migas lepas pantai di wilayah Mahakam, Kalimantan Timur, yang menjadi bagian dari aktivitas eksplorasi dan produksi migas Pertamina Hulu Mahakam. Foto: Pertamina

JAKARTA, inibalikpapan.com,– Di saat banyak lapangan migas nasional mulai menurun, kabar baik datang dari Kalimantan Timur. PT Pertamina Hulu Mahakam menemukan potensi migas baru di lepas pantai Mahakam, dengan estimasi sumber daya mencapai 106 juta barel ekuivalen minyak. Temuan ini membuka harapan baru bagi ketahanan energi dan ekonomi daerah.

Penemuan ini berasal dari pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP-1X) di wilayah offshore South Mahakam. Sumur tersebut dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin.

Meski target utama hanya tercapai sebagian akibat tekanan tinggi, justru lapisan yang lebih dangkal menunjukkan potensi menjanjikan. Lapisan Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) mencatat hasil uji alir yang cukup signifikan.

Dari uji alir di zona SCS dengan interval 25,5 meter, sumur MDP-1X mampu menghasilkan 2.821 barel minyak per hari, sekitar 5 MMSCFD gas.

Angka ini menjadi sinyal bahwa wilayah kerja Mahakam, yang selama ini dikenal sebagai lapangan migas mature, masih menyimpan potensi besar jika dikelola dengan pendekatan eksplorasi yang tepat.

Penemuan ini merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration, yang memanfaatkan fasilitas produksi terdekat. Dengan pendekatan ini, pengembangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien tanpa perlu membangun infrastruktur besar dari awal.

Strategi ini dinilai penting di tengah keterbatasan wilayah kerja, sekaligus menjadi cara menjaga produksi migas nasional tetap bertahan.

Komitmen Jaga Produksi dan Ketahanan Energi

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan pihaknya berkomitmen menjalankan investasi hulu migas yang aman, patuh, dan memberi nilai tambah.

“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto. Menurutnya, eksplorasi menjadi kunci keberlanjutan energi.

“Dengan temuan pengeboran MDP-1X, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau Reserve to Production (RtoP) PT Pertamina Hulu Indonesia ,” jelasnya.

Hasil uji alir di zona SCS menunjukkan kinerja reservoir yang baik. Dengan interval uji 25,5 meter, sumur ini mencatatkan produksi hingga 2.821 barel minyak per hari dan gas sekitar 5 MMSCFD.

PHM menilai temuan ini membuktikan bahwa blok migas mature masih menyimpan potensi besar jika dikelola dengan inovasi dan strategi eksplorasi yang tepat. Ke depan, investasi hulu migas diyakini akan terus memberi dampak positif bagi ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Sebagai anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia, PHM mengelola Wilayah Kerja Mahakam dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sepanjang 2021–2024, PHI bersama anak perusahaannya telah mengebor 11 sumur eksplorasi dan 517 sumur eksploitasi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di Kalimantan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses