PSSI Umumkan Skorsing 3 Tahun untuk Penyerang Muda Timnas Fadly Alberto
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tegas dalam sidang 24 April 2026. Hukuman berat dijatuhkan buntut kericuhan laga EPA Super League U20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 melawan Dewa United Banten FC U20 pada 19 April 2026.
Sejumlah pemain bahkan dijatuhi sanksi skors panjang hingga tiga tahun, disertai denda puluhan juta rupiah.
Skors Berat untuk Pemain
Hukuman paling berat dijatuhkan kepada pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 yang juga pemain Timnas Muda Fadly Alberto Hengga, yang diskors 3 tahun dan didenda Rp15 juta setelah terbukti melakukan tendangan ke arah lawan.
Sementara itu, pemain Dewa United U20, Reyvan Rezqi Ilahi, juga mendapat sanksi berat berupa skors 2 tahun dan denda Rp10 juta karena memukul pemain lawan.
Tiga pemain Bhayangkara lainnya turut menerima hukuman serupa:
- Ahmad Catur Prasetyo Aji Utomo – skors 2 tahun, denda Rp15 juta
- Aqilah Lissunnah Aljundi – skors 2 tahun, denda Rp10 juta
- Afrizal Riqh – skors 2 tahun, denda Rp10 juta
Klub dan Panpel Juga Didenda
Tak hanya pemain, kedua tim juga dikenai sanksi denda masing-masing Rp50 juta akibat terlibat perkelahian.
Bahkan, panitia pelaksana pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 turut didenda Rp50 juta karena dinilai gagal menjaga keamanan hingga terjadi keributan usai laga.
Sementara itu, ofisial Bhayangkara, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, dijatuhi larangan mendampingi tim selama 4 pertandingan dan denda Rp12,5 juta karena memaki wasit.
Sanksi di EPA U19
Selain kasus di level U20, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi dalam EPA Championship U19.
Pemain Persela Lamongan U19, Fajar Az-Zahir, mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp10 juta akibat pelanggaran keras.
Tim PSMS Medan U19 didenda Rp1 juta karena terlambat mengumpulkan E-startlist, sementara Persekat U19 dikenai denda Rp12,5 juta setelah lima pemainnya menerima kartu kuning dalam satu pertandingan.
Komitmen Tegakkan Disiplin
Keputusan ini menunjukkan komitmen PSSI dalam menegakkan disiplin dan menjaga sportivitas di kompetisi usia muda.
Sanksi berat diharapkan menjadi efek jera bagi seluruh pelaku sepak bola agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Sumber : PSSI
BACA JUGA
