Film Jangan Buang Ibu Berani Lawan Tren Horor, Dibintangi Nirina Zubir hingga Refal Hady
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Film drama keluarga kembali mencoba merebut hati penonton Indonesia di tengah dominasi film horor. Lewat Jangan Buang Ibu, produser Agung Saputra justru yakin kisah tentang hubungan anak dan orangtua masih punya tempat besar di bioskop Tanah Air.
Film yang dijadwalkan tayang mulai 25 Juni 2026 itu mengangkat realita yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama anak-anak yang sibuk bekerja hingga perlahan menjauh dari orangtuanya sendiri.
“Film Indonesia sekarang sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri, dan drama masih jadi genre yang disukai beberapa tahun terakhir,” kata Agung Saputra saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (10/5/2026).
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Agung sebelumnya sukses lewat film drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang berhasil meraih jutaan penonton di bioskop.
Menurutnya, Jangan Buang Ibu hadir dengan cerita yang lebih emosional dan relevan dengan kehidupan masyarakat urban saat ini.
Film Jangan Buang Ibu Angkat Luka Banyak Anak di Kota Besar
Agung menilai banyak anak saat ini merasa cukup membahagiakan orangtua hanya lewat materi. Padahal, perhatian sederhana dan komunikasi justru menjadi hal yang paling dirindukan seorang ibu.
“Banyak yang berpikir cukup kasih uang, ternyata itu nggak cukup,” ujarnya.
Film ini menyoroti bagaimana kesibukan bekerja dan mengurus keluarga baru sering membuat hubungan anak dengan orangtua menjadi renggang tanpa disadari.
“Ibu tetap butuh perhatian, butuh dipahami, butuh dikabari,” kata Agung.
Pesan itu menjadi benang merah utama dalam film yang dibintangi Nirina Zubir, Amanda Manopo, Refal Hady, Fadly Faisal hingga influencer Saputra Kori tersebut.
Agung Saputra Akui Sulit Satukan Aktor Besar
Selain cerita keluarga yang emosional, Jangan Buang Ibu juga menarik perhatian karena menghadirkan banyak nama besar dalam satu proyek.
Agung mengakui proses produksi tidak berjalan mudah karena masing-masing pemain memiliki jadwal padat dan karakter kerja berbeda.
“Nggak gampang, tapi itu justru keunikannya,” ujarnya.
Menurut Agung, keberhasilan film bukan hanya bergantung pada cerita, tetapi juga kualitas sutradara, pemain hingga strategi promosi.
“Bukan cuma cerita yang kuat, tapi semua komponen harus diperhatikan supaya film bisa disukai penonton,” katanya.
Drama Keluarga Dinilai Masih Punya Pasar Besar
Di tengah tren film horor yang mendominasi bioskop Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, Agung percaya drama keluarga tetap memiliki pasar kuat karena dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia berharap Jangan Buang Ibu tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga pengingat bagi banyak orang agar tidak melupakan orangtua di tengah kesibukan hidup.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.
BACA JUGA
