Roblox Patuhi PP TUNAS Indonesia, Perketat Chat hingga Verifikasi Usia 23 Juta Anak
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan regulasi perlindungan anak hingga ke platform game melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Sebagai langkah konkret, platform game global Roblox menyatakan komitmen kepatuhannya terhadap regulasi pionir ini.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa Roblox menjadi salah satu dari delapan platform digital tahap awal yang menyepakati implementasi aturan ini setelah melalui pembahasan intensif.
Verifikasi Usia bagi 45 Juta Pengguna di Indonesia
Langkah perlindungan ini menjadi sangat mendesak mengingat besarnya basis pengguna Roblox di tanah air. Berdasarkan data pemerintah:
- Total Pengguna: Sekitar 45 juta pengguna aktif di Indonesia.
- Target Lindung: Diperkirakan 23 juta di antaranya merupakan anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Sebagai bentuk kepatuhan, Roblox mulai mewajibkan verifikasi usia (age verification) bagi seluruh pengguna di Indonesia.
Fitur Keamanan Ketat: Blokir Chat dan Batasi Konten
Meutya Hafid menegaskan adanya sanksi sistematis bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi usia.
- Nonaktifkan Komunikasi: Pengguna yang tidak terverifikasi akan otomatis kehilangan fitur komunikasi seperti chat guna mencegah interaksi dengan orang asing.
- Klasifikasi Konten: Akses katalog game akan dibedakan berdasarkan tiga kategori usia, yakni di bawah 13 tahun, usia 13–15 tahun, dan di atas 16 tahun.
- Kontrol Orang Tua: Tersedia fitur pengaturan waktu bermain (screen time) untuk mencegah adiksi, di mana orang tua dapat mengatur durasi dan waktu akses anak.
Standar Paling Ketat di Dunia
Vice President Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, mengakui bahwa fitur-fitur yang dihadirkan khusus untuk pasar Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat secara global. Pengguna yang belum terverifikasi akan secara otomatis masuk ke kategori akun anak tanpa akses komunikasi.
“Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin dalam keselamatan anak di ruang digital, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya ini,” ujar Nicky, dalam siaran pers Komdigi.
Melalui PP TUNAS, pemerintah berharap ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor game, menjadi ruang yang lebih aman, edukatif, dan terlindungi bagi generasi muda. ***
BACA JUGA
