Safaruddin

Safaruddin Bermanuver, Koalisi Golkar – PDIP Gagal Terwujud?

BALIKPAPAN, Inibalikpapan. com– Meskipun DPP PDIP telah mengeluarkan rekomendasi mendukung pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis maju pada pilkada Balikpapan tahun ini, namun peta politik kemungkinan bisa saja berubah.

Pasalnya, DPP Partai Golkar hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi calon wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung. Artinya bisa saja, pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis bubar, karena PDIP tidak bisa mengusung calon sendiri.

Partai Golkar kemungkinan bisa saja tidak setuju pasangan Rahmad Mas’ud – Tohari Azis. Partai berlambang pohon beringin justru memasangkan Rahmad Mas’ud yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan, dengan calon lain.

Karena Golkar menjadi satu-satunya partai di pilkada Balikpapan tahun ini yang bisa mengusung sendiri tanpa harus berkoalisi. Artinya koalisi Golar – PDIP tidak terwujud, sehingga PDIP harus mengusung sendiri dengan berkoalisi.

“Ya namanya politik bisa saja beruabah setiap saat. Hari ini begini, besok berubah lagi, namanya politik,” ujar Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin disela-sela kegiatan penanaman pohon dibelakang gedung Kesenian Balikpapan, Sabtu (29/02).

Jika akhirnya Golkar dan PDIP batal berkoalisi, terbuka lebar bagi mantan Kapolda Kaltim untuk maju dalam pilkada Balikpapan. Safaruddin pun kini tengah aktif melakukan lobi-lobi untuk memuluskan langkahnya untuk maju.

“Selama belum keluar kan itu, kan masih lobi-lobi sekarang.  Saya siap maju di Balikpapan. Anda (wartawan) kan tahu, saya sudah punya pengalaman . Jadi tahu persis itu, sudah mengalaminya kemarin. Begitulah poltik,” ujarnya”

Apalagi kata Safaruddin, jika akhirnya DPP memintanya maju, karena koalisi dengan Partai Golkar batal. “Bisa saja, kalau perintah DPP gimana? Ini kan belum mendaftar di KPU, belum ditetapkan KPU. Anda kan pernah lihat saya,” tukasnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.