TP2DD Balikpapan Fokus Perluas Inklusi Keuangan Digital bagi Pelaku Usaha Kecil

Kepala BPPDRD Balikpapan Idham

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terus memperluas edukasi keuangan digital kepada pelaku usaha kecil sebagai upaya memperkuat inklusi keuangan di tengah masyarakat.

Program tersebut difokuskan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin terbiasa menggunakan sistem transaksi non-tunai dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari, mengatakan pemerintah ingin memastikan transformasi digital dapat dirasakan hingga ke tingkat usaha kecil dan masyarakat bawah.

Menurutnya, penggunaan transaksi digital akan membantu pelaku usaha menjalankan usaha secara lebih praktis dan efisien.

“Kami ingin pelaku usaha kecil ikut merasakan manfaat digitalisasi, terutama dalam kemudahan transaksi dan pengelolaan usaha,” ujar Idham, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, sosialisasi dilakukan secara langsung melalui pendampingan di lapangan dengan menyasar pedagang pasar tradisional, pelaku UMKM, hingga usaha kecil di lingkungan permukiman.

Petugas memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS dan berbagai metode pembayaran digital yang saat ini semakin mudah diakses masyarakat.

“Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat lebih mudah memahami penggunaan sistem pembayaran digital,” katanya.

Selain mempermudah transaksi, sistem digital juga dinilai membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih tertib.

Dengan pencatatan transaksi otomatis, pelaku usaha dapat lebih mudah memantau perkembangan omzet dan aktivitas usaha mereka.

Menurut Idham, kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital juga akan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi modern.

“Pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan teknologi tentu akan lebih siap menghadapi perkembangan pasar,” jelasnya.

TP2DD Balikpapan juga terus menggandeng sektor perbankan dan penyedia layanan pembayaran digital untuk memperluas akses transaksi non-tunai di tengah masyarakat.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif di Kota Balikpapan.

“Kami ingin digitalisasi tidak hanya berkembang di sektor formal, tetapi juga benar-benar hadir dan dimanfaatkan masyarakat kecil,” ujarnya.

Pemerintah Kota Balikpapan optimistis penguatan literasi keuangan digital akan membantu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan di era digital.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses