Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.500, Efek Efisiensi Anggaran MBG-KDMP?
JAKARTA, inibalikpapan.com – Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat menuju level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat dalam sepekan ke depan setelah pasar merespons positif langkah pemerintah menjaga disiplin fiskal melalui penyesuaian sejumlah program prioritas nasional.
Pada perdagangan internasional Selasa (16/6/2026), rupiah masih bergerak stabil di kisaran Rp17.712 per dolar AS. Pelaku pasar global memilih bersikap hati-hati sambil menunggu keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral utama dunia.
Investor Apresiasi Langkah Fiskal Pemerintah
Sentimen positif datang dari kebijakan pemerintah yang berencana melakukan penyesuaian alokasi anggaran pada beberapa program prioritas. Termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Langkah tersebut dinilai investor sebagai sinyal bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesehatan fiskal di tengah tekanan ekonomi global.
Selain itu, keputusan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mengikuti kenaikan harga minyak dunia juga dianggap mampu mengurangi kekhawatiran pasar. Terlebih terhadap potensi membengkaknya beban subsidi energi dalam APBN.
Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
Di saat yang sama, harga minyak dunia menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Minyak mentah Brent tercatat berada di kisaran US$83,59 per barel, naik tipis sekitar 0,5 persen. Kondisi ini terjadi setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda sehingga risiko gangguan pasokan energi global berkurang.
Meski memberikan sentimen positif, faktor eksternal tersebut dinilai belum cukup kuat. Utamanya untuk menggerakkan pasar secara signifikan tanpa dukungan kebijakan domestik yang kredibel.
Ekonom Prediksi Rupiah Menguat
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kombinasi kebijakan fiskal dan langkah pengendalian beban anggaran berpotensi meningkatkan kepercayaan investor. Terutama terhadap perekonomian Indonesia.
Menurutnya, pasar mulai melihat adanya keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro di tengah berbagai tantangan global.
Jika sentimen positif terus berlanjut, rupiah berpeluang bergerak menuju level Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan.
Faktor Global Tetap Jadi Penentu
Meski demikian, prospek penguatan rupiah masih dapat pengaruh dari perkembangan global. Terutama arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan bank sentral negara-negara utama lainnya.
Karena itu, pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi mengalami volatilitas sebelum menemukan arah yang lebih jelas.
Namun sebelum memasuki masa libur perdagangan domestik, rupiah tercatat menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik di Asia. Beberapa pihak menilai ini menunjukkan meningkatnya optimisme investor terhadap pasar keuangan Indonesia.***
BACA JUGA
