Pelatihan Kreativitas Siswa SMK di Bontang, Bakat Tak Terduga Muncul dari Kelas Yamaha

Siswa SMKN 3 Bontang antusias mengikuti pelatihan keterampilan yang digelar Yamaha Kaltim, sebagai bagian dari program CSR untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda.
Siswa SMKN 3 Bontang antusias mengikuti pelatihan keterampilan yang digelar Yamaha Kaltim, sebagai bagian dari program CSR untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Foto: Yamaha Indonesia

BONTANG, inibalikpapan.com – Pelatihan siswa SMK Bontang tak selalu harus berlangsung di bengkel atau laboratorium sekolah. Puluhan siswa SMKN 2 dan SMKN 3 Bontang justru menemukan bakat baru saat belajar merangkai bunga dan menghias kue melalui program Yamaha Goes to School.

Pengalaman sederhana ini membuka wawasan bahwa peluang masa depan bisa datang dari keterampilan yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.

Bagi sebagian siswa, merangkai bunga dan menghias kue bukan aktivitas yang pernah mereka coba sebelumnya. Apalagi bagi peserta dari jurusan otomotif dan teknik alat berat yang sehari-hari lebih akrab dengan mesin, peralatan bengkel, dan praktik teknik.

Namun suasana berbeda terlihat saat PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menggelar pelatihan kreativitas di SMKN 2 Bontang dan SMKN 3 Bontang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Yamaha yang bertujuan memperluas pengalaman belajar siswa di luar ruang kelas sekaligus memperkenalkan keterampilan baru yang berpotensi menjadi bekal masa depan.

Asisten Manajer Promosi Area PT STSJ Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi, mengatakan program ini untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman baru kepada siswa di luar aktivitas belajar mengajar. Tidak hanya mendekatkan Yamaha dengan kalangan pelajar, tetapi juga membantu mereka mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Keterampilan Tambahan yang Bisa Menjadi Peluang Usaha

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kemampuan tambahan menjadi nilai penting bagi lulusan SMK.

Guru Kejuruan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan SMKN 2 Bontang, Mardiyanti, menilai pelatihan seperti ini sejalan dengan semangat pendidikan vokasi yang tidak hanya menyiapkan siswa untuk bekerja, tetapi juga membuka peluang berwirausaha.

Menurutnya, siswa perlu memiliki keterampilan yang beragam agar memiliki lebih banyak pilihan setelah lulus.

“Persaingan kerja semakin ketat. Dengan keterampilan tambahan seperti ini, siswa bisa melihat bahwa setelah lulus mereka tidak hanya bergantung pada pekerjaan di perusahaan, tetapi juga bisa menciptakan peluang usaha sendiri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti merangkai bunga maupun menghias kue memberikan pengalaman praktis yang dapat memperluas wawasan siswa terhadap berbagai bidang usaha kreatif.

Salah satu daya tarik terbesar kegiatan ini adalah munculnya pengalaman baru bagi para peserta.

Arika Asila, siswi kelas X APHP 2 SMKN 2 Bontang, mengaku awalnya tidak mengenal berbagai jenis bunga. Setelah mengikuti pelatihan, ia mampu memahami karakter bunga sekaligus membuat rangkaiannya sendiri.

“Awalnya saya tidak tahu nama-nama bunga. Setelah ikut kegiatan ini jadi lebih paham dan bisa membuat rangkaian bunga sendiri,” ujarnya.

Pengalaman serupa Dewi Nurfitriani rasakan, ia mengaku menemukan ruang baru untuk mengeksplorasi kemampuan yang selama ini belum pernah dicoba.

Sementara Cindy Aulia merasakan sensasi berbeda karena untuk pertama kalinya belajar menghias kue secara langsung.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan singkat, tetapi juga kesempatan untuk mencoba sesuatu di luar kebiasaan mereka.

Siswa Otomotif Ternyata Punya Bakat Kreatif

Momen menarik juga terlihat di SMKN 3 Bontang. Sebagian besar peserta berasal dari jurusan teknik dan otomotif yang selama ini identik dengan pekerjaan teknis.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Bontang, Dini, mengatakan banyak potensi siswa yang muncul selama kegiatan berlangsung.

“Kami melihat banyak bakat terpendam yang muncul. Padahal sebagian besar peserta berasal dari jurusan yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan seperti merangkai bunga atau menghias kue,” ujarnya.

Muhammad Rizki, siswa kelas XI Teknik Alat Berat, mengaku senang bisa mencoba aktivitas yang benar-benar berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari.

“Saya belajar merangkai bunga yang sebelumnya belum pernah saya lakukan. Teman-teman juga belajar menghias kue. Jadi pengalaman yang didapat cukup beragam dan menyenangkan,” katanya.

Selain memberikan pengalaman baru, program ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia tidak selalu harus melalui pelatihan yang sesuai dengan jurusan utama siswa.

Kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, hingga keberanian mencoba hal baru menjadi bekal penting yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Melalui program Yamaha Goes to School, para siswa tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga memahami bahwa masa depan mereka tidak dibatasi oleh satu bidang keahlian saja.

Di tengah berkembangnya kebutuhan tenaga kerja dan peluang usaha di Kalimantan Timur, kemampuan beradaptasi dan kreativitas justru menjadi modal yang semakin bernilai.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses