11.700 Meter Persegi Lahan Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspadai Sumber Api

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kebakaran lahan menjadi salah satu ancaman yang masih perlu diwaspadai masyarakat Kota Balikpapan.

Sepanjang Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat sekitar 11.700 meter persegi lahan semak dan belukar terbakar.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kebakaran lahan tersebut merupakan bagian dari 15 kejadian kebakaran yang tercatat selama Juli 2026. Dari jumlah tersebut, tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, dua kebakaran bangunan dan 10 kejadian kebakaran lainnya.

“Selama Juli 2026, BPBD Kota Balikpapan mencatat berbagai kejadian kebencanaan dan kegiatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Usman Ali, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, luas lahan yang terbakar menjadi perhatian karena api di kawasan semak dan belukar dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi vegetasi mengering.

“Kalau ada sumber api di sekitar lokasi, api yang awalnya kecil bisa dengan cepat merambat dan meluas. Karena itu, masyarakat harus ikut mencegah sejak awal,” katanya.

Usman menegaskan, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi potensi munculnya titik api, terutama di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering.

Ia mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Hal tersebut terutama perlu diperhatikan ketika berada di sekitar rumput, semak maupun lahan terbuka yang kondisinya kering.

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Jangan juga membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Dampak Kawasan Perdagangan

Selain kebakaran lahan, BPBD juga mencatat dampak cukup besar akibat kebakaran bangunan selama Juli. Sebanyak tujuh rumah mengalami rusak berat dan tiga rumah lainnya rusak ringan. Kebakaran juga berdampak pada kawasan perdagangan dengan 235 lapak pasar mengalami kerusakan berat.

Secara keseluruhan, terdapat 31 jiwa yang terdampak berbagai kejadian kebencanaan selama periode tersebut. BPBD juga mencatat dua orang meninggal dunia akibat kejadian tenggelam.

Di luar kejadian kebakaran, BPBD mencatat satu kejadian gelombang ekstrem. Sementara kejadian banjir atau genangan serta pergerakan tanah dan longsor tidak tercatat selama Juli.

BPBD juga melaksanakan 69 pelayanan kebencanaan kepada masyarakat. Pelayanan tersebut mencakup penanganan dan evakuasi hewan liar, pohon tumbang, pertolongan serta berbagai kegiatan penyelamatan lainnya.

Usman berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Pemerintah dan petugas siap melakukan penanganan, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga agar sumber api tidak muncul dan berkembang menjadi kebakaran,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses