Wawali Balikpapan: Pelaksanaan MBG Dievaluasi, Keamanan Makanan Jadi Perhatian

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat meninjau penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis di SDN 009 Balikpapan Barat.(Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com  – Pemerintah Kota Balikpapan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman, layak konsumsi, dan sampai ke siswa dalam kondisi baik.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, evaluasi dilakukan dengan melihat langsung pelaksanaan MBG di sekolah penerima manfaat. Salah satunya melalui kunjungan ke SD Negeri 01 Balikpapan Barat.

“Kami melihat langsung bagaimana prosesnya, mulai dari makanan datang sampai dikonsumsi anak-anak. Ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Bagus, Selasa (11/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bagus melihat antusiasme siswa menerima makanan yang disediakan melalui program MBG. Menurutnya, respons peserta didik menjadi salah satu gambaran bahwa program tersebut dibutuhkan masyarakat.

“Saya lihat anak-anak begitu ceria dan senang mendapatkan makan bergizi gratis. Makanannya juga habis. Ini menunjukkan program ini memang dibutuhkan dan diharapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Bagus menilai keberlanjutan MBG memiliki arti penting bagi pembangunan sumber daya manusia. Asupan gizi yang cukup sejak usia sekolah dinilai dapat mendukung tumbuh kembang anak dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Harapannya program ini tetap diberikan dan manfaatnya bisa dirasakan anak-anak kita untuk lima sampai sepuluh tahun yang akan datang,” tuturnya.

Pemkot Balikpapan, lanjut Bagus, juga terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara optimal. Koordinasi diperlukan, terutama dalam memperkuat pengawasan terhadap penyediaan dan distribusi makanan.

Dari hasil pemantauan, Bagus menyebut saat ini terdapat dua dapur MBG yang telah beroperasi. Sementara satu dapur lainnya telah menyelesaikan pembangunan dan tinggal menunggu kesiapan pengelola untuk mulai menjalankan pelayanan.

“Dua dapur sudah beroperasi dan satu dapur proses pembangunannya sudah 100 persen. Tinggal menunggu ketua SPBG. Secara keseluruhan semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Namun, Bagus menegaskan aspek keamanan makanan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi harus dilakukan dengan benar agar makanan tetap aman ketika diterima siswa.

“Keamanan makanan ini menjadi perhatian kita. Jangan sampai ada makanan yang basi atau kemudian menimbulkan risiko keracunan,” tegas Bagus.

Ia berharap koordinasi antara Pemkot Balikpapan, Korwil Badan Gizi Nasional dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) semakin diperkuat. Dengan pengawasan yang baik, potensi persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat diminimalkan.

“Insyaallah risiko terkait keracunan maupun makanan yang basi ini bisa kita hilangkan,” katanya.

Pemkot Balikpapan juga mendorong dapur MBG yang belum beroperasi agar segera dapat menjalankan pelayanan. Perluasan operasional tersebut diharapkan membuat semakin banyak peserta didik memperoleh manfaat program.

Bagi Pemkot Balikpapan, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari makanan yang tersaji di meja siswa. Program tersebut juga dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.(***/Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis : Dani/Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses