4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, Rini Tegaskan Tak Ada “Jalur Orang Dalam”

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini / PANRB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini / PANRB

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui sekolah kedinasan 2026. Seleksi tahun ini dipastikan kembali menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk menutup celah praktik kecurangan seperti titipan, joki hingga permainan orang dalam.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan pengumuman pembukaan seleksi sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini dikutip dari laman PANRB.

Formasi CPNS Sekolah Kedinasan Naik 46 Persen

Jumlah formasi sekolah kedinasan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan 2025.

Pemerintah membuka 4.770 formasi pada 2026, naik dari 3.257 formasi pada tahun sebelumnya.

Dengan tambahan tersebut, peluang calon peserta untuk masuk sekolah kedinasan sekaligus mempersiapkan diri menjadi ASN menjadi lebih besar.

Namun, pemerintah mengingatkan peserta tetap harus mengandalkan kemampuan sendiri karena seluruh proses seleksi menggunakan mekanisme berbasis komputer.

9 Instansi Buka Sekolah Kedinasan

Sebanyak sembilan instansi pemerintah membuka formasi sekolah kedinasan pada 2026.

Instansi tersebut meliputi:

  • Kementerian Dalam Negeri;
  • Kementerian Perhubungan, dengan 22 sekolah kedinasan;
  • Kementerian Keuangan;
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN);
  • Badan Pusat Statistik (BPS);
  • Kementerian Hukum;
  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan;
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG);
  • Badan Intelijen Negara (BIN).

Setelah pengumuman resmi dibuka, pendaftaran dilakukan melalui portal SSCASN BKN.

Rini: Jangan Percaya Calo Kelulusan

Rini menegaskan seleksi sekolah kedinasan tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Sistem tersebut dirancang untuk memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan berbasis kemampuan peserta.

Ia meminta calon peserta tidak tergoda pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi pesan keras pemerintah kepada praktik percaloan dalam rekrutmen ASN.

SKD Sekolah Kedinasan Digelar September 2026

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan ditargetkan berlangsung pada September 2026.

Materi SKD terdiri dari tiga jenis tes, yakni:

  1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
  2. Tes Intelegensia Umum (TIU);
  3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta yang lolos SKD kemudian akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Jadwal dan mekanisme seleksi lanjutan akan ditentukan masing-masing sekolah kedinasan.

Pendaftaran Lewat SSCASN BKN

Rini mengingatkan calon peserta agar mempersiapkan kompetensi sejak dini, menjaga integritas dan tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan jalan pintas.

Bagi calon peserta, informasi dan pendaftaran seleksi sekolah kedinasan dilakukan melalui portal resmi SSCASN milik BKN setelah pengumuman pembukaan seleksi diterbitkan.

Pemerintah berharap seleksi 2026 tidak hanya menghasilkan calon ASN dalam jumlah besar, tetapi juga melahirkan generasi birokrasi yang kompeten, disiplin, berintegritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses