Pemprov Kaltim Targetkan Seluruh Desa Nikmati Listrik PLN pada 2027, Tinggal 72 Desa Belum Teraliri
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke pelosok. Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa di Kaltim telah teraliri jaringan listrik PLN paling cepat pada 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan jumlah desa yang belum menikmati layanan listrik PLN terus berkurang. Berdasarkan data terbaru yang telah diselaraskan dengan PLN, kini tersisa 72 desa yang belum tersambung ke jaringan listrik.
“Jadi, saat ini terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik PLN. Data Dinas ESDM dan PLN sudah selaras,” ujar Bambang Arwanto, Kamis (6/8/2026), dikutip inibalikpapan.
Sebelumnya, terdapat 109 desa yang belum menikmati layanan listrik PLN. Artinya, sebanyak 37 desa kini telah berhasil terhubung dengan jaringan listrik.
36 Desa Dialiri Listrik Tahun Ini
Untuk mempercepat elektrifikasi, Pemprov Kaltim bersama PLN telah menyusun tahapan pembangunan jaringan listrik.
Sebanyak 36 desa ditargetkan mulai menikmati listrik PLN sepanjang 2026. Sementara 36 desa lainnya dijadwalkan tersambung pada 2027.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, seluruh desa di Kalimantan Timur akan menikmati akses listrik PLN pada 2027.
Namun demikian, Bambang menyebut pemerintah tetap menyiapkan ruang apabila terjadi penyesuaian dalam pelaksanaan di lapangan.
“Ditargetkan pada 2027. Jika ada penyesuaian waktu, paling lambat hingga 2028 seluruh desa di Kalimantan Timur sudah tersambung jaringan listrik PLN,” tegasnya.
Dukung Pemerataan Pembangunan
Program elektrifikasi desa menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan listrik dinilai menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi, layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pengembangan usaha masyarakat di wilayah perdesaan.
Dengan semakin sedikitnya desa yang belum terjangkau jaringan PLN, Pemprov Kaltim optimistis target pemerataan akses listrik dapat tercapai sesuai visi pembangunan daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
