Gerakan Pangan Murah Diperkuat, Bulog Pastikan Stok Beras Kaltim Aman hingga Akhir Tahun
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah bersama Perum Bulog dan kepolisian untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara Polda Kalimantan Timur dan Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara dalam menjaga pasokan dan harga pangan di tengah kondisi cuaca yang mulai berdampak terhadap distribusi di sejumlah wilayah.
Kepala Bulog Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) Musazdin Said memastikan, ketersediaan beras di wilayah Kalimantan Timur masih dalam kondisi aman hingga akhir 2026.
“Stok yang tersedia masih sangat mencukupi untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan menjaga stabilitas harga beras sampai akhir Desember,” kata Musazdin saar diwawancarai media disela-sela kegiatan GPM di halaman Polsek Balikpapan Selatan, Jumat (14/8/2026).

Saat ini, stok beras Bulog di Kalimantan Timur mencapai sekitar 4.000 ton. Sementara untuk wilayah Kalimantan Utara tersedia sekitar 1.000 ton.
Menurut Musazdin, ketersediaan stok tersebut menjadi modal penting dalam menjaga pasokan sekaligus mendukung kegiatan pangan murah yang digelar di berbagai daerah.

“Yang paling penting stoknya tersedia. Dengan begitu, kegiatan Gerakan Pangan Murah bisa terus berjalan dan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Selain melalui kegiatan GPM, Bulog juga mulai memperluas jaringan penyaluran pangan melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Musazdin mengatakan sejumlah koperasi di Balikpapan telah memiliki organisasi dan modal mandiri sehingga dapat melakukan transaksi dengan Bulog.
“Kalau organisasi koperasinya sudah terbentuk dan modalnya sudah mandiri, kami bisa melayani. Karena untuk beras dari Bulog sifatnya tunai. Kalau masih tunda bayar, belum bisa kami layani,” jelasnya.
Saat ini terdapat sekitar lima KKMP di Balikpapan yang telah mampu melakukan transaksi secara tunai. Bahkan, salah satu koperasi mencatat penjualan komoditas Bulog hingga Rp2,7 miliar.
“Komoditas dari Bulog bukan hanya beras. Ada juga gula dan komoditas pangan lainnya,” katanya.
Perluasan jaringan tersebut dinilai dapat membantu mendekatkan akses pangan kepada masyarakat. Bulog berharap koperasi yang telah siap secara kelembagaan dan permodalan dapat menjadi bagian dari jaringan distribusi pangan di tingkat kelurahan.
Meski stok secara umum aman, tantangan distribusi masih terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Musazdin mengatakan kemarau menyebabkan debit sungai menurun sehingga transportasi melalui jalur sungai tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Untuk Mahulu memang ada kendala karena kondisi air sungai. Distribusi harus menggunakan jalur darat,” ujarnya.
Distribusi menuju Long Apari dan Long Pahangai bahkan harus menggunakan kendaraan khusus berpenggerak ganda. Perjalanan dari Samarinda menuju Ujoh Bilang membutuhkan sekitar dua hari, kemudian dilanjutkan sekitar satu hari untuk mencapai wilayah perbatasan.
Meski menghadapi kendala tersebut, Bulog memastikan pasokan tetap dijaga. Sinergi bersama kepolisian melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah, dan jaringan koperasi diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus melindungi masyarakat dari gejolak harga kebutuhan pokok.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
