71 Ribu Sekolah Ditarget Direvitalisasi, Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pendidikan Nasional
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui program revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan yang diperluas pada tahun 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.
“Pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga ditunjang oleh sarana dan prasarana yang layak. Karena itu, revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” ujar Abdul Mu’ti saat kunjungan ke Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, Kemendikdasmen saat ini terus mengintegrasikan pembangunan infrastruktur pendidikan dengan penguatan budaya sekolah. Salah satu program yang telah dijalankan secara nasional adalah Pagi Ceria, yang meliputi kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam Indonesia Hebat, dan doa bersama sebelum pembelajaran dimulai.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun semangat kebangsaan, meningkatkan kesehatan peserta didik, sekaligus memperkuat karakter dan kedisiplinan sejak usia sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Karena itu, pembangunan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun budaya sekolah,” katanya.
Abdul Mu’ti mengungkapkan, pada tahun 2025 seluruh proyek bantuan pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Kalimantan Timur telah selesai dilaksanakan dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program revitalisasi yang dijalankan pemerintah secara bertahap di berbagai daerah.
Memasuki tahun 2026, pemerintah kembali memperluas cakupan program revitalisasi. Saat ini, sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah masuk dalam tahap pelaksanaan dengan dukungan anggaran sebesar Rp14 triliun.
Namun, kebutuhan perbaikan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah masih cukup besar. Oleh karena itu, Kemendikdasmen telah mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI untuk memperluas program revitalisasi kepada sekitar 60 ribu satuan pendidikan lainnya.
“Apabila usulan tambahan anggaran tersebut disetujui, maka total satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dapat mencapai 71.744 sekolah di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Proses Belajar Mengajar
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa prioritas program revitalisasi akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam, terutama yang mengalami kerusakan berat sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang layak, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya. Karena itu, sekolah di daerah 3T dan wilayah terdampak bencana menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, program revitalisasi juga diintegrasikan dengan gerakan lingkungan sekolah yang mendukung konsep hidup asri, yakni aman, sehat, resik, dan indah. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap sekolah dapat menjadi ruang belajar yang nyaman sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Dengan target revitalisasi hingga 71.744 satuan pendidikan, Kemendikdasmen optimistis kualitas layanan pendidikan nasional akan semakin merata dan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.***
BACA JUGA
