Aksi Ekologis di Sungai Kapuas, Rahmad Mas’ud Gowes Bareng Wali Kota Se-Indonesia Sambil Tebar Bibit Ikan

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, memulai aktivitas pagi dengan melakoni gowes sepeda santai bersama para wali kota se-Indonesia menembus jalanan Kota Khatulistiwa
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, memulai aktivitas pagi dengan melakoni gowes sepeda santai bersama para wali kota se-Indonesia menembus jalanan Kota Khatulistiwa (foto : Inibalikpapan/Samsul)

PONTIANAK, Inibalikpapan.com — Sinergi antarkepala daerah dalam rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan di Kota Pontianak tidak melulu dihabiskan di dalam ruang sidang pleno yang kaku.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memulai aktivitas pagi dengan melakoni gowes sepeda santai bersama para wali kota se-Indonesia menembus jalanan Kota Khatulistiwa.

Menariknya, agenda olahraga pagi ini melompat jauh di luar batas pembakar kalori biasa, melainkan dikonsep matang sebagai aksi nyata penyelamatan lingkungan hidup lewat penanaman pohon teduh serta pelepasan ribuan bibit ikan di hamparan Sungai Kapuas, Minggu (24/5/2026) pagi.

Rahmad Mas’ud: Pembangunan Kota Modern Haram Tumbalkan Kelestarian Alam

Sambil menikmati hembusan angin segar di sepanjang urat nadi transportasi air terpanjang di Indonesia tersebut, para pemimpin daerah tampak cair bertukar pikiran mengenai isu keberlanjutan (sustainability) lanskap perkotaan.

Rahmad Mas’ud menegaskan, aksi simbolis di Sungai Kapuas ini membawa pesan mendalam bagi arah kebijakan pembangunan daerah jajaran, terutama dalam menyongsong masifnya migrasi infrastruktur dampak Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kegiatan pagi ini merupakan simbol penting bahwa ekspansi pembangunan kota modern tidak boleh hanya berorientasi secara membabi buta pada proyek infrastruktur fisik dan pertumbuhan ekonomi semata,” ujar Rahmad Mas’ud di sela aktivitas gowes.

Kemajuan kota wajib dibarengi dengan komitmen tebal menjaga kelestarian alam. Penanaman pohon dan penebaran bibit ikan ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif kita untuk merawat keseimbangan ekosistem demi masa depan,” tambahnya

Sentimen Vital Sungai Kapuas dan Pengurangan Dampak Perubahan Iklim

Pelepasan bibit ikan endemik di Sungai Kapuas dinilai memiliki nilai filosofis dan taktis yang tinggi. Sebagai sungai terpanjang di tanah air, Kapuas memegang peran vital sebagai urat nadi pencaharian, jalur logistik, hingga penyangga hidrologis bagi jutaan warga Kalimantan.

Selain pengayaan habitat air, penanaman bibit pohon di area sempadan juga ditargetkan mampu menggenjot kuota ruang terbuka hijau (RTH) guna meredam dampak perubahan iklim dan pemanasan suhu di area metropolitan.

Wali Kota berlatar belakang pengusaha ini berharap, kesadaran ekologis ini dapat ditularkan secara masif kepada generasi muda (Milenial dan Gen Z) di daerah asal agar pembangunan kota di masa depan tetap berbasis lingkungan ramah hijau.

Sinergi yang erat di lingkaran APEKSI ini diharapkan melahirkan konsensus konkret antar-pemerintah kota untuk bahu-membahu mengatasi problem perkotaan modern seperti banjir dan polusi.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses