Balikpapan Perkuat Integrasi Transportasi Publik, BACITRA Terhubung Layanan Antarmoda ke IKN

Layanam Bacitra akan terkoneksi ke akomodasi menuju IKN. (Foto:Ist/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat integrasi transportasi publik sebagai bagian dari upaya menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat dan arus logistik seiring posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penguatan tersebut ditandai dengan peluncuran zona pick up dan drop off layanan Balikpapan City Trans (BACITRA), layanan angkutan antarmoda Balikpapan–IKN, serta kick off normalisasi dan penyesuaian dimensi kendaraan bermotor di Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026).

Pj Sekda Kota Balikpapan Agus Budi mengatakan, pengembangan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan penyediaan armada, tetapi juga bagaimana membangun sistem transportasi yang saling terhubung, aman, nyaman, dan mudah digunakan masyarakat.

Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin penting karena aktivitas pergerakan orang dan barang di Balikpapan terus meningkat sebagai dampak pembangunan IKN.

“Balikpapan memiliki peran yang sangat vital sebagai kota penyangga utama IKN. Karena itu, konektivitas dan integrasi transportasi menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” ujar Agus.

Saat ini, layanan BACITRA didukung 21 unit bus yang melayani tiga koridor. Selain itu, terdapat tiga unit bus cadangan untuk menjaga keberlangsungan layanan.

Tingkat keterisian armada pada Agustus 2026 tercatat mencapai sekitar 93 hingga 140 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan angkutan umum massal dengan konsep buy the service (BTS).

Pemerintah Kota Balikpapan juga berkomitmen memperkuat fasilitas pendukung. Salah satunya melalui pembangunan halte baru di sejumlah koridor utama.

Halte tersebut dirancang agar lebih nyaman, ramah bagi penyandang disabilitas, serta terintegrasi dengan pusat-pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Peluncuran zona pick up dan drop off di sejumlah simpul transportasi, seperti Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, diharapkan turut memudahkan perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya.

Integrasi itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih secara bertahap dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Transportasi publik yang baik bukan hanya soal kendaraan, tetapi juga soal kenyamanan, kemudahan akses, dan kepastian masyarakat ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” kata Agus.

Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap penataan angkutan barang. Kick off normalisasi dan penyesuaian dimensi kendaraan menjadi langkah menuju penerapan kebijakan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2027.

Kendaraan yang melebihi dimensi dan kapasitas angkut dinilai berpotensi merusak infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Agus menegaskan, penataan angkutan barang harus berjalan beriringan dengan penguatan transportasi penumpang. Ketertiban armada logistik dinilai penting untuk menjaga kelancaran perekonomian Kalimantan Timur.

Pada akhirnya, transportasi bukan sekadar urusan perjalanan dari satu titik ke titik lain. Di balik setiap halte, bus, dan zona perpindahan penumpang, terdapat kebutuhan masyarakat untuk bergerak dengan aman dan nyaman.

Sebab, kota yang nyaman dibangun bukan hanya dengan jalan yang luas, tetapi dengan sistem transportasi yang mampu menghadirkan kemudahan bagi semua. Ada nilai sederhana yang patut dijaga: ketika pemerintah mencintai kotanya, ia akan membangun dengan kepedulian; ketika masyarakat mencintai kotanya, ia akan menjaga fasilitas yang telah diberikan.

Dengan semangat tersebut, Pemkot Balikpapan mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga fasilitas transportasi dan mendukung penggunaan angkutan umum agar konektivitas Balikpapan menuju kawasan IKN semakin kuat.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses